Sinopsis
Di tengah gemerlap
Jakarta yang didikte oleh algoritma media sosial, tren flexing, dan tuntutan
sukses instan, Farhan terjebak dalam kubikel kantor yang dingin. Saat dunianya
diguncang oleh tawaran suap miliaran rupiah yang bisa mengubah nasib keluarganya
dalam sekejap, Farhan memilih jalan yang sunyi: menolak.
Namun, integritas
ternyata memiliki harga yang mahal.
Langkah Farhan
menyeretnya ke dalam pusaran konspirasi korporat yang kejam. Ia difitnah,
dikucilkan secara digital (canceled), dan mendapati kesehatan mentalnya runtuh
hingga ke dasar tergelap. Belum usai badai di tempat kerja, ruang tengah rumah
tangganya ikut diuji oleh retakan ujian keturunan, disusul ancaman krisis
keimanan sang anak remaja yang perlahan "diculik" oleh ideologi asing
di dunia maya.
Bagaimana seorang
mantan karyawan biasa bertahan ketika tirani kekuasaan, badai fitnah digital,
dan ujian domestik menghantam hidupnya secara bertubi-tubi?
Terinspirasi dari
refleksi mendalam atas keteguhan, air mata, dan mukjizat kisah para nabi, Jalan
Lurus adalah potret dialektika modern tentang seni mengemudi hati. Ini adalah
kisah tentang bagaimana cara menundukkan musuh dengan cinta, menemukan
kesabaran yang cantik di tengah fitnah, dan membangun sebuah "surga
sebelum surga" di dalam rumah kita sendiri.
Temukan jawabannya: Apakah jalan yang lurus ini akan membawanya pada kehancuran, atau justru sebuah kemerdekaan jiwa yang tak bisa dibeli oleh dunia?.