Setiap orang pasti punya mimpi tentang pekerjaannya seperti dahulu di masa kecil dahulu kita sudah ditanyakan ingin menjadi apa kelak jika sudah tumbuh besar. Jawaban-jawaban klasik dan idealis pasti akan terucap pada masa-masa itu, ada yang ingin menjadi dokter, pilot, astrounot, pengusaha, direktur, dll yang semuanya memang adalah angan-angan atau cita-cita atau mimpi-mimpi dari seorang anak yang belum sepenuhnya mengerti tentang pekerjaan yang mereka ucapkan dan impikan.
Seiring berjalan waktu seseorang akan beranjak tumbuh dan berkembang baik secara usia dan juga pengetahuan dari pendidikan yang sudah di jalani atau juga pengalaman-pengalaman hidup yang sudah dilaluinya. Bagaimana dengan mimpi-mimpinya dahulu di masa kecil? pekerjaaan apa yang sekarang mereka jalani? ada yang memang konsisten mengejar mimpinya tapi ada banyak juga yang akhirnya berubah haluan mengikuti minat dan bakat yang lebih menonjol ketika usia bertambah dan bertumbuh.
Begitulah kehidupan, pada dasarnya manusia harus memiliki sikap yang lebih fleksibel mengikuti dinamika pertumbuhan jiwa dan bakat yang dimilikinya sampai akhirnya mereka menemukan pekerjaan yang sesuai dan sejalan dengan apa yang menjadi minat dan bakatnya.
Pendidikan seseorang pun belum tentu akan membawa dirinya ke arah pekerjaan yang sesuai dengan pendidikannya. Banyak sekali orang-orang yang memiliki pekerjaan ternyata secara latar belakang pendidikannya tidak sesuai. Ada yang latar belakang pendidikannya pertanian dan bekerja di perbankan, ada yang latar belakangnya ekonomi ternyata lebih senang bertani atau berternak, dlsb.
Begitu juga dengan seseorang yang sudah memiliki pekerjaan dengan mapan, seiring berjalan waktu tiba-tiba bisa membanting haluan berhenti dari pekerjaannya yang mapan tersebut dengan meninggalkan semua fasilitas-fasilitas perusahaan yang sudah didapat dan dinikmatinya dan rela pindah haluan pekerjaan yang disukainya dan memulai dari bawah lagi.
Dan ternyata pekerjaan itulah yang akhirnya membawa dirinya menemukan kesejatian bekerja dari pekerjaannya yang terdahulu. Rejeki yang didapat benar-benar bergantung dari kesungguhan dirinya bekerja bukan dari orang lain. Dan dirinya lebih bisa mengalokasikan banyak waktu untuk beribadah mendekatkan diri kepada Sang pencipta dan yang paling penting adalah bisa banyak menghabiskan waktu bersama dengan keluarga tercinta, istri dan anak-anak di rumah atau pun menghabiskan waktu diluar rumah bersama.
Alangkah indahnya jika kita bisa memiliki atau mendapatkan pekerjaan yang memang sesuai dengan jiwa dan minat kita yang tidak terbelenggu lagi dengan birokrasi ataupun aturan-aturan perusahaan orang lain baik secara waktu ataupun terbelenggu dari ikatan atasan bawahan atau dari peraturan-peraturan lainnya.
Mungkin ini adalah cerita yang menjadi mimpi bagi banyak orang termasuk diri saya, Bebas dari segala aturan, bebas dari mengatur waktu, bebas dari ocehan-ocehan orang yang memiliki kepentingan atau dari orang-orang yang suka melempar kesalahan untuk mengamankan dirinya atau orang-orang yang sibuk saling menjatuhkan di depan orang lain bahkan di depan pemilik perusahan dan yang paling terpenting adalah memiliki banyak waktu untuk beribadah mendekatkan diri dengan Tuhan dan juga banyak waktu untuk keluarga dan pastinya mendapatkan kecukupan rejeki dari pekerjaan baru yang dijalani.
Semoga pekerjaan yang mungkin menjadi mimpi bagi sebagian orang ini bisa segera terwujudkan segera dalam waktu dekat dan bisa membawa kebahagiaan bukan hanya untuk diri sendiri tapi juga untuk keluarga dan juga orang-orang di sekeliling kita yang memang membutuhkan bantuan dari diri kita semua. Aamiin....