Showing posts with label Celoteh. Show all posts
Showing posts with label Celoteh. Show all posts

Thursday, September 22, 2011

Ganti dan Buat Paspor Baru

Hari ini adalah schedule gw datang ke imigrasi yang bertempat di TB. Simatupang untuk penggantian paspor baru coz paspor gw akan segera berakhir bulan February mendatang dan memang peraturannya sebelum 6 bulan masa berakhir paspor harus di perpanjang atau ganti baru. Oia, untuk pembuatan paspor baru ini gw menggunakan jasa pembuat paspor dengan harapan bisa selesai dengan cepat tanpa harus berbelit-belit dengan urusan birokrasi apalagi urusan pembuatannya dilakukan pada hari kerja. So tentu dengan menggunakan jasa pembuat paspor gw tetap bisa masuk kerja donk meski datang agak siang.

Cerita punya cerita, gw disuruh datang hari ini ke kantor imigrasi TB Simatupang oleh jasa pembuat paspor jam 10 pagi. Pasti gw tanya donk disana nanti ngapain ajah... trus dia beritahu hanya photo dan tandatangan paspor. Owh ok, brarti emang sebentar donk. Oia, sebelumnya gw di info kan meskipun melalui jasa pembuat paspor, jadinya paspor tetap mengikuti aturan normal kecuali kita mau cara express tapi biayanya lebih mahal lagi. So, gw bilang karena tidak sedang di kejar waktu untuk bepergian ke LN maka gw bilang gpp mengikuti waktu normal jadinya.

Sesampainya di kantor imigrasi gw telp orang pembuat jasa paspor ini dengan harapan setelah ketemu langsung bisa masuk photo dan tandatangan paspor ataupun disuruh mengantri pun tidak akan lama. Tapi harapan gw patah ketika ketemu gw dikasih nomor antrian dan diberitahu bahwa nomor antrian ini mungkin baru di panggil setelah istirahat makan siang. Alamakkk dalam hati gw, buat apa gw pake jasa kalo harus antri lama gini...? Tapi apa daya karena sudah sampai di kantor imigrasi akhirnya gw harus menunggu.

Dulu sewaktu kantor imigrasi di jalan Mampang, mungkin gw bisa masuk kantor dulu di Gatsu kemudian datang lagi stelah makan siang, tapi kalau sekarang karena jarak TB Simatupang dan Gatsu lumayan jauh, jadi gak mungkin kl gw ke kantor dl trus balik lagi. Yang ada cape badan ajah dan makanya gw memilih stay sampai giliran gw di panggil. Dan akhirnya yang tadinya gw mau masuk kantor agak siang memutuskan untuk ambil cuti mendadak hari ini. Tahu begini kejadiannya mungkin gw lebih memilih untuk mengurus sendiri, hati kecil gw berucap begitu.

Selama menunggu gw coba memperhatikan situasi di kantor imigrasi ini. Well, ada perubahan yang significant menurut gw dari sistem birokrasi antrian jika dibandingkan 5 tahun yang lalu ketika gw buat paspor. Dan gw menilai sistem ini cukup efektif untuk mengurangi praktik percaloan. Toh terbukti dari apa yang gw alami sekarang ini dimana gw tetap harus ambil nomor antrian dan menunggu sampai di panggil. Kalau dulu, gw bisa langsung di selipin masuk di antara orang-orang yang udah lama mengantri. kalau sekarang kyknya udah di minimalisir meskipun mungkin masih ada tapi lebih berkurang dan semoga gak bisa lagi.

Kemudian gw coba menganalisa nomor antrian gw, kenapa kok gw disuruh datang jam 10 pagi tapi ternyata dari nomor antrian gw baru bisa di panggil stelah makan siang...? Saat itu nomor antrian photo sudah sampai nomor 37 sementara antrian gw C 59. Oia, nomor antriannya ternyata abc, jadi 1 a, 1b, 1c baru kemudian 2a, 2b, 2c dst. So no wonder kalo gw nanti baru dipanggil setelah makan siang.

Pada kertas no antrian selain no antrian juga tertulis jam saat no antrian itu tercetak. Disitu tertulis kurang lebih jam 9.35 pagi. Jadi gw menduga si jasa pembuat paspor ini datangnya agak kesiangan dan jadi salah prediksi waktu untuk menyuruh gw datang selaku pengguna jasanya. Seandainya pembuat jasa ini sudah bisa mendapatkan nomor antrian jam 8 an pagi mungkin nomor antrian gw bisa lebih cepat. Begitulah analisa gw.

Meskipun gw menunggu agak lama akhirnya nomor gw dipanggil juga. Dan kurang lebih 10-15 menit didalam, urusan photo, konfirmasi data, sidik jari dan tandatangan pun kelar. Dan seharusnya siyh ada satu tahap lagi yaitu interview tapi karena gw disuruh langsung pulang sama si pembuat jasa, ya udah gw pulang ajah. Semoga setelah itu paspor gw langsung jadi. So gw gak perlu datang lagi ke kantor imigrasi. semoga.. kan udah pake jasa. begitu ucap hati gw.

Hikmah dari membuat paspor pagi ini, next gw akan buat paspor sendiri (cb meluangkan waktu, janji hati gw) :)

Sunday, September 18, 2011

Alhamdulillah Sesuatu..

Seperti judul di atas hari ini memang aku merasa bersyukur banget dan Alhamdulillah sesuatu banget yah... :) apakah itu...? karena hari ini adalah hari bersejarah untuk istri ku tercinta. 28 tahun yang lalu telah terlahir seorang bayi mungil yang cantik dan lucu yang dipersiapkan oleh Tuhan untuk mendampingi hidup seorang laki-laki yang kini terikat dengan ikatan suci dengannya.

Yup, istri ku tercintah berulang tahun di hari ini dan secara tidak sengaja di hari ini pula aku mempersiapkan diri dan rumah untuk kedatangan teman-teman SMA ku dalam rangka halal bihalal dan sekaligus reunian SMA. Dan secara tidak langsung memang ini menjadi syukuran untuk istriku tidak hanya karena hari ini hari special baginya tapi juga sekaligus rasa syukur kami berdua atas anugrah Allah SWT yang telah menitipkan amanahnya dalam rahim istriku.

Oleh karenanya kami berdua berucap Alhamdulillah untuk semua berkah dan karunia yang telah Allah SWT limpahkan kepada kami dan semoga kami tetap mampu menjalankan apa yang diperintahkan Nya dan menjauhi apa yang dilarang Nya.

Sekali lagi aku berucap Alhamdulillah sesuatu banget hari ini and Happy birthday My Lovely Wife Ika Nurlaila. :*

Sunday, January 16, 2011

Ingin aktif kembali

Hai teman, lama sudah rasanya blog ini tak pernah aktif lagi dalam memberikan update ataupun tulisan-tulisan terbarunya. Pastinya jika ditanya alasannya kenapa, saya akan memberikan jawaban klasik yang anda semua mungkin sudah tahu. Yup, karena kondisi dan waktunya yang belum memberikan kesempatan kepada saya ataupun kondisi saya yang terlalu disibukkan dengan aktifitas keseharian.

Dan hari ini saya ingin bisa menulis kembali sekaligus mengenang apa saja yang pernah saya pernah tulis juga teman-teman didunia perblogeran (meskipun masih segelintir orang) seperti teman baik saya, Mbah Sura yang selalu meminta pendapat ketika dia sudah membuat tulisan barunya untuk di posting di blog nya. Tapi sekarang pun Mbah Sura seperti tertelan bumi seperti saya, entah dimana keberadaan Mbah Sura Saat ini. Terakhir bertemu dengannya adalah hari terakhir saya bekerja dikantor yang sama dengannya.

Semoga rasa kangen saya untuk menulis juga ada dalam diri Mbah Sura sehingga silaturahmi bisa terjalin kembali. Dan tidak hanya Mba Sura, tapi teman-teman lainnya yang sudah saya kenal dan mengenal saya dan juga teman-teman lainnya yang ingin berteman.

Sampai nanti di tulisan saya berikutnya.

Salam,
SB

Saturday, November 28, 2009

SKSD

Apakah anda pernah menemukan seorang teman yang anda blum begitu kenal tapi merasa begitu kenal anda...? gw baru ajah nemuin orang yg seperti kyk gini. Walhasil , nyebelin dan emang sok kenal sapa diri kita sebenarnya. Padahal gw sendiri ketemu or copy darat sama niy orang cuma 2-3 ajah gituhh dan itupun 3-4 tahun yang lalu pula. Setelah itu gw gak pernah copy darat dan hanya chatting saja, itupun terbilang jarang dan sangat jarang sekali alias jarang contact.

Puncaknya kejadian beberapa minggu yang lalu, ketika gw minta pembelaan teman2 yang memang mengenal gw tentang kalimat-kalimat yg gak enak seputar gw, mereka pun langsung paham dan dengan akal sehat bisa menilai mana yang pantas dan tidak pantas. Jadi, bagi orang-orang yg memiliki pemikiran yang sama dengan akal sehat dan waras akan melakukan hal yg sama, bukan malah sok menggurui bahkan merasa sok begitu mengenal siapa gw. Hingga akhirnya gw berucap, teman-teman kuliah gw dan teman-teman kerja gw dimana gw sering menghabiskan waktu dengan mereka setiap harinya selama lebih dari 3-5 tahun lah yang pantas bilang cukup mengenal gw. Bukan orang ini, yang gw kenal dekat sapa dirinya juga enggak, meskipun gw bisa sedikit menilai sapa niy orang. Dan akhirnya gw berucap, "siapa loe atau loe siapa gw..?" dan berakhirlah pembicaraan saat itu jg bahkan niy orang bilang, sudah lupakan saja pembicaraan hari ini, anggap ajah gak ada. So, tadi loe tuh ngapain...? kentut... buang gas yang gak ketahuan bentuknya tapi baunya gak ketulungan.... Gihh, ke laut ajehh...

Tuesday, May 05, 2009

Tersenyumlah

Siapa siy yang gak pernah marah selama dalam hidupnya..? siapa yang gak pernah merasakan yang nama kesal bahkan bisa sampai mendendam..? pastilah ada diantara kita sekalian, disekeliling kita, orang-orang dekat kita yang mungkin pernah merasakan dan mengalaminya. Kemudian apa yang akan dilakukan dan dilakukan saat rasa amarah itu datang? pasti banyak macamnya, ada yang secara terbuka mengumbar amarahnya dengan sikap destruktif, mengajak konfrontasi langsung ataupun mengeluarkan kata-kata kotor, ada pula yang hanya diam dan berdiam diri dan ada juga yang diam tapi mengungkapkan amarahnya dengan cara tertulis. Bagian yang manakah anda...?

Sifat alamiah manusia yang mempunyai sifat amarah karena kita diberikan kepekaan dalam rasa, Karena kita dibesarkan dalam kaidah dan norma-norma kehidupan yang ada, karena kita tumbuh dalam lingkungan yang mempunyai pemahaman sama. Dan ketika terjadi benturan ataupun bersinggungan kita perlu waktu untuk bisa mengerti dan memahami.

Tapi dimasa dimana pemahaman itu blum kita terima, maka amarahlah yang ada karna benturan2 dan persinggungan itu. Dan memang ada orang yg membutuhkan waktu yg lama untuk memahami keadaan yang sedang dialami dan ada pula yang butuh waktu yang cukup singkat untuk bisa mengerti dan mencoba menerima atas keadaan sedang terjadi. Tentunya disertai dengan evaluasi diri dan mengambil hikmah atas apa yang terjadi untuk menjadi bekal jika menghadapi keadaan yg sama dimasa yang akan datang.

Kenapa kita marah...? pertanyaan ini mungkin mudah dijawab dengan gamblang
untuk apa kita marah..? ini pasti ekspresi untuk memberitahu kl kita marah
apa untungnya kita marah..? kira-kira ada untungnya gak siy? paling cuma bikin orang tau kl kita marah khususnya orang yg dah bikin kita marah. So, after that..?
sampai kapan mau marah? bukannya lebih baik memaafkan yah? kenapa membebani diri dengan rasa amarah? gak cape yah..? Tuhan saja Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun.

Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar dalam kerugian. kecuali orang-orang yang beriman dan yang beramal sholeh. yang saling nasehat menasehati dalam kebenaran dan kesabaran. (al-ashr)

Kita dianjurkan agar membuat hari ini lebih baik dari kemarin, hari esok lebih baik dari hari ini, dst. Jika kita terus menerus dalam keadaan marah maka bukankah hanya kerugian yg kita dapat? Dengan senyuman kita sudah melakukan sebuah ibadah. Dengan amarah kita bisa berbuat dosa. Jika diberikan pilihan, tersenyum dengan marah, mana yang akan kita pilih? Pasti saya akan menjawab tersenyum sebagaimana saat ini saya tersenyum dengan anda melalui tulisan ini. :)

salam....

Tuesday, April 21, 2009

Spreading like a virus

Kalau ditanya apa hobinya para ibu-ibu instead of memasak, ngurus anak dan suami, jawabannya pasti ngegosip. Tapi gosip kyknya bukan milik para ibu-ibu ajah kalee.. semua orang bisa gosip, baik anak-anak, remaja, dewasa s.d orangtua. Kok yah anak2 bisa ngegosip jg yah, mau bukti..

"Omm...om... temen icha kemarin nangis om di sekolah" ponakan ngomong sm om nya
"kenapa kok temen icha ampe nangis..?" si om balas nanya
"iyah om, temen icha diledekin katanya udelnya dia bodong om..." icha memberikan penjelasan
"kok gitu, emang temen-temen icha pernah liat kl dia udelnya bodong..?" si om kembali bertanya
"katanya si iman, gitu om.... dia udelnya emang bodong, trus rafa jg bilang gituh.. pokoknya banyak yg bilang om..." icha mengambil kutipan omongan temen2nya.
"aduh cha... kl km gak pernah liat kan blum tentu bener... lagian km gak bole gitu jg atau ngeledek meski km tau udel temen bodongan.." si om menasehati ponakannya
"hehehehe.... tapi emang lucu ajah om, masa dia udelnya bodong..hehehe..." icha trus lari bermain keluar rumah. entah mungkin dia bercerita sm temen2nya yg lain atau sm orangtua atau om atau tante2nya.

see... anak kecil ngegosip dan itu berasal cm dari omongan temen2nya and then spreading like a virus. luar biasa sekali bukan gosip... di gocok makin cip. hehehe.... :D

Nah, dikantor gw jg gituh, belakangan ini emang lagi musim resign, jadi semua pada kasak kusuk, siapa lagi yg mau resign, emang pindah kemana.... begitulah pertanyaan yg muncul. dan biasanya info atau berita gosip itu datangnya dari temen-temen paling deket dulu and then spreading like a virus. And suddenly object yg digosipin pun menjadi selebritis dan didatangi temen-temen satu per satu menanyakan kebenarannya. is it only a rumour or fact? and the answer only waiting the right moment. maybe yes maybe no. yes no, yes no, no yes, no yes. And gosip pun terus melaju.. :D

Monday, April 13, 2009

Teman

Berteman, gw suka berteman. Teman yang kadang datang silih berganti. Tapi memang setiap kali terjadi perkenalan kita pun harus siap dengan perpisahan. Teman kadang datang tanpa di undang dan datangnya bisa darimana saja. Salah satunya adalah melalui perantara dunia maya ini, sebuah blog.

Sengaja memang gw memasang live traffic feed di sisi kiri blog gw ini dengan tujuan untuk memantau orang-orang yang datang berkunjung ke dalam blog gw ini. Ada yang datang melalui pencarian suatu kata dengan search engine dan ada juga yang datang langsung berkunjung.

Dan dari orang-orang yang sudah berkunjung, ada yang meninggalkan jejak tuk sekedar menyapa, ada juga yg meninggalkan jejak untuk dikunjungi balik karena memang ia mempunyai sebuah blog jg. Tak jarang ada juga yang mengadd ym untuk menjalin pertemanan. Bahkan ada yang benar-benar hanya sebagai pengunjung tanpa mempunyai blog tapi ingin menjalin pertemanan. Inilah salah satu mamfaat mempunyai sebuah blog sebagai salah satu media untuk memperluas dan menjalin pertemanan dengan siapa saja yang entah ada dimana keberadaannya. Dengan media ini pertemanan menjadi luas dan semua menjadi terasa dekat tanpa jarak. Gw menyambut dengan tangan terbuka untuk siapa saja yang mengunjugi blog gw ini yang ingin menjalin pertemanan.

Salam hangat Matahari Laut,
Achul

Saturday, November 29, 2008

Mandatory, Dedication or Stupidity

Membingungkan memang jika bekerja disuatu perusahaan yang aturannya tidak begitu jelas, kita menjadi sulit membedakan apa itu kewajiban, dedikasi ataukah ini suatu kebodohan. Ada teman mengatakan ketika gw bekerja overtime apalagi pada saat weekend, apakah itu karena dedikasi ataukah kebodohan...? mendengar pernyataan dedikasi atau kebodohan membuat gw merenung, mungkin antara dedikasi dan kebodohan memang sangat tipis perbedaannya. Padahal bisa jadi bekerja overtime karena memang kita dituntut untuk dapat menyelesaikan pekerjaan tepat waktu tapi disisi lain bisa jadi suatu kebodohan karena mungkin kita gak bisa ngatur waktu alias membuat time management.


Time management, semua orang mungkin pernah mendengar dan barangkali sudah mengimplementasikan apa itu time management. Gw pun sudah mendapatkan training untuk itu, mulai dari bagaimana mengindentifikasi dan menghindari time stoler aka pencuri waktu sampai membuat priority dalam pekerjaan. Tapi melihat activity atau list things to do yang harus gw kerjakan, rasanya waktu 24 jam terasa menjadi kurang. Karena baru saja gw merasa duduk dibangku kerja tak terasa waktu sudah menunjukkan jam 5 sore. Kemudian gw melanjutkan pekerjaan lagi dan tak terasa waktu sudah menunjukan jam 11 malam. Rasanya tak mungkin lagi gw melanjutkan pekerjaan karena tubuh gw butuh istirahat coz besok gw harus bangun pagi lagi dan siklus kerja pun terulang kembali.


Siklus kerja seperti ini memang kadang menjadi suatu hal yang biasa dalam dunia kerja yang gw geluti saat ini. Bahkan bisa membuat orang merubah ritme kehidupannya. Pulang malam menjadi suatu kebiasaan dan datang telat ke kantor menjadi hal yg biasa. Maklum tempat gw bekerja memang gak ada sistem absensi alias silahkan masuk jam berapa saja asal pekerjaan selesai.


Dari sinilah terkadang kehidupan seseorang sebagai makhluk sosial dalam lingkungan rumah menjadi hilang khususnya pada hari-hari kerja senin hingga jumat. Dan juga khususnya waktu untuk kluarga yg menjadi berkurang ataupun hilang sama sekali. Bagaimana tidak, setelah bangun pagi tak lama kemudian langsung bersiap berangkat kerja dan pulang kerja larut malam dimana orang hampir smua sudah tertidur dan mungkin yg ditemui hanyalah petugas siskamling dan atau pembantu dirumah yg setia menunggu majikannya.


Siklus kerja sperti ini hampir sering terjadi dihari kerja senin-jumat. Waktu untuk keluarga pun menjadi kurang sama sekali dihari-hari itu. Bagi sebagian teman-teman kerja yg sudah berkeluarga dan memiliki anak balita atau lebih terkadang menjadi sebuah kekhawatiran sendiri. Karena ada pengalaman seorang teman yg memiliki anak ia dipanggil Mba oleh anaknya. Teman gw ini pun terperanjat mendengar anaknya memanggilnya dengan sebutan Mba. Maka ia pun segera merubah ritme kerjanya. Sebisa mungkin ia pulang kerja cepat dalam artian tenggo atau tak terlalu larut malam lagi agar memiliki waktu dirumah bersama anaknya dan dapat bercengkrema dengan sang buah hati di rumah.


Dari kondisi diatas, sabtu minggu atau yang kita sebut weekend menjadi sesuatu yang sangat berharga bagi sebagian orang, khususnya bagi yang sudah berkluarga dan mempunyai anak. Dan pun begitu bagi orang-oarng yg blum berkluarga khussnya buat yg sudah memiliki pasangan, weekend menjadi waktu yg sangat penting untuk lebih mengeratkan lagi hubungan yg sudah terjalin dengan pertemuan ataupun jalan-jalan. Pun berlaku untuk yg blum memiliki pasangan, kadang weekend di mamfaatkan untuk dapat menyalurkan hobi ataupun menghabiskan waktu bersama kluarga. Maklum setelah waktu menjadi langka di hari-hari kerja, maka inilah kesempatan yang tersedia.


Lalu bagaimana jika ternyata dihari yang special untuk kluarga yaitu hari weekend kita harus melakukan suatu pekerjaan? Apalagi pekerjaan itu sebenar sesuatu yang tidak wajib kita lakukan. Dan pekerjaan seperti itu sebenarnya dari pimpinan yang tinggi pun jika dilakukan di hari sabtu minggu tidak seharusnya dilakukan? Inilah yang menjadi pertanyaan dalam hati gw, apakah ini pekerjaan sebagai suatu mandatory, dedikasi atau kebodohan? Karena stelah kita mungkin merasa dirampas waktu kita di hari kerja, apakah kita rela dirampas jg waktu kita di hari weekend? Ada seorang teman yang katanya karena alasan waktu terasa langka baik untuk kluarga ataupun untuk ibadah akhirnya memutuskan untuk mengundurukan diri atau resign dari kantor tempat gw bekerja. Oleh karena itu kadang aturan-aturan yang memang tidak secara formal dituangkan dalam bentuk tertulis menjadi hal yg rancu.


Pastinya memang harus dibedakan antara pekerjaan yg menjadi kewajiban kita yg harus dipenuhi karena tuntutan deadline dengan pekerjaan yang tidak ada sangkut pautnya dengan urusan deadline. Jika memang kita dituntut menyelesaikan pekerjaan karena deadline maka mau tak mau jika memang akhirnya kita harus bekerja di hari weekend maka kita pun tak bisa menghindarinya. Tapi jika pekerjaan itu sama sekali bukan karena deadline dan dalam skala prioritas adalah minor dan jg bukan kapasitas kita, haruskah kita mengorbankan waktu kita di hari sabtu dan minggu...? apalagi jika menjadi hal yang dilematis jika dsaat bersamaan kita memang mempunyai urusan keluarga yang sangat penting jg. Maka kita dihadapkan pada suatu pilihan yaiu kepentingan kluarga atau pekerjaan? Maka jika itu yang di alami, pekerjaan sperti ini menjadi dipertanyakan dalam hati gw, is it mandatory or for dedication or stupidity..? karena gw gak mo mengorbankan waktu gw untuk sesuatu yang menurut gw minor dalam pekerjaan gw or it’s not my expertise to do the task apalagi harus berbenturan dengan urusan kluarga.Mandatory, dedication, stupidity menjadi sesuatu yg tipis perbedaannya disini.

Wednesday, October 29, 2008

Win-win

Setiap orang pasti punya kepentingan sendiri-sendiri dan pasti inginnya kepentingan itu bisa terakomodasi. Tapi ketika kepentingan-kepentingan setiap orang dipertemukan diwaktu yang sama maka biasanya suka terjadi benturan yang memang tak terhindarkan karena adanya perbedaan kepentingan. Inginnya semua kepentingan itu terakomodasi tapi ada kalanya tidak semua bisa terakomodasi.

Secara semua kepentingan inginnya di akomodasi maka dicari cara untuk bisa mengakomodasi setiap kepentingan tersebut. Ada yang membuat prioritas dan time schedule dan ada jg yg mencari jalan tengah saja demi dua atau lebih kepentingan bisa diakomodasi jika memang waktu dirasa sangat berharga dan tak ingin kpentingannya di ulur-ulur lebih lama lagi.

Solusi jalan tengah memang tidak mengakomodasi suatu kepentingan secara menyeluruh. Tapi untuk mengakomodasi dua kepentingan secara bersamaan maka jalan tengah dirasa cukup sebagai solusinya. Semua pihak yang memiliki kepentingan setidaknya tidak diabaikan dan dapat ditampung dan ditangani secara adil. Win win solution, begitu kata orang yang ngerti dengan kalimat itu. :D

Dan disamping jalan tengah yang diambil sebagai solusi maka yang diharapkan selanjutnya adalah semua pihak dapat menerima secara legowo jika ada sesuatu hal yang sekiranya tidak dapat terakomodasi. Dan memang begitulah seharusnya. Tidak perlu ada yg merasa dirugikan dan tidak ada yg merasa diuntungkan. Semua berdasarkan prinsip keadilan dan kesepakatan bersama. Semua happy dan happy semua. Dan saya yakin semua pernah merasakan kondisi seperti ini, termasuk saya.

Tuesday, January 16, 2007

Hey...hey...hey.......

Hai.. apa kabar, kalian semuanyahhh.....? kl kabar gw...,Hikksss...hikss..... duh awal-awal dah sesenggukan gini. Yup, gw merindukan masa-masa dimana gw bisa mengekspresikan diri dengan menulis, entah itu cerita-cerita pendek yg jayus (ngaku gw) atau pun puisi-puisi kacangan (puisi yg gw dapet dari bungkus kacang rebus, tau kan pada...???). ahhh, rasanya sulit sekali mencari waktu yg bener-bener gw bisa berkreasi kembali. Pulang ke rumah dah terlalu cape, bawaan nya pengen tidur, wiken paling males ngapa-ngapain. pengennya di apa-apain ajah (ngarepp dengan liur menetess..tes..tes..) --> plis jgn ada yg nerusin kalimat tes... akan berakibat berkonotasi negatif, bisa-bisa dijerat undang-undang pornoloeyee...


idung mana lagi kurang kerjasama niy, isinya maen meluncur ajah seenak udelnya. padahal dah gw larang-larang, tapi tetep ngotot pengen kluar jg. Pengen gw ajak duel ajah niy, tp dipikir-pikir masa sm idung sendiri ajah dah gak akur, gak lucu kl duel sm idung sendiri, kan yg bonyok muka gw jg pan. rencana di batalkan. idung dimaafkan. tp kurang ajar nya, sodara nya, si dua bola mata yg indah ini (narsis.com), pake ikut-ikutan kelakuan si idung, yaitu nyusahin yg punya idung. Mata gw rada perih niy dan kyk mo nangis. Gw menuduh, ini akibat idung yg gw ancem delik kejahatan kl mler trus, sehingga dia nyari dukungan tetangga-tetangga nya. Smoga ajah kuping gak ikut-ikutan, kl iyah, bisa-bisa orang yg ngomong sm gw, bakal gw suruh ulang lebih dari satu kali, karena si kuping ngebukain jendela pendengaran nya cuma sa-emprittt, so artinya, butuh ekstra mikropon atau toa kl mo ngomong sm gw(maksudnya biar gw denger). tapi untung nya siy gak.


Whuaaaa......... knapa begini, knapa begitu.... kenapa idung lobangnya di bawah, kuping lobangnya disamping...? ada yg bisa jawab gak...? kirim jawaban anda beserta identitas anda ke alamat berikut.


Jl. Smoga membantu. No. 7. Gg. Selamat mencoba
PO BOX 010203 (ini nomer togel, pembuat PO BOX ini bandar togel)



by

Achul
sing waras moco, ora waras ojo

Monday, December 12, 2005

Mo naek gunung but Factor 'U'..

Rasanya kangen jg dengan masa-masa dimana gw dan temen2 kuliah gw pergi mendaki gunung. Diawali dengan ide yg secara spontan untuk mendaki gunung kemudian direalisasikan dengan menentukan rencana keberangkatan, temen2 yg mo ikutan, hingga pencarian dan pengumpulan perlengkapan yg belum dimiliki semisal tenda.

Dulu siy waktu sma, gw pernah ke Kawah Ratu Gunung Salak yg emang cm butuh waktu sebentar untuk sampai kesana dar
i pos bawah melalui jalur Cidahu Sukabumi. Tapi kl naek gunung beneran baru gw lakukan pas awal2 perkuliahan yaitu ke Gunung Pangrango. Karena memang ada temen kuliah gw yg dari pas SMA nya adalah anak pencinta alam, makanya merekalah yg mencetuskan ide untuk mendaki gunung. Biasanya kegiatan ini dilakukan stelah kita selesai Ujian Tengah/Akhir Semester. Tujuannya memang untuk melepas ketegangan selepas dari ujian. Coz jurusan kita jarang atau bahkan gak pernah ada perbaikan ujian kl nilainya jelek yg ada Cuma ngulang, jadi selepas ujian kita jarang nungguin nilai dehh.

Dari hobby yg sama dan jumlah temen-tem
en yg lumayan cukup banyak jg yg mo ikutan kegiatan pecinta alam, akhirnya dideklarasikanlah sebuah perkumpulan pecinta alam di jurusan statistika yg bernama MAPASTIKA. Dulu siy kl gak salah sempet MAPASTIKA dimasukan kedalam kegiatan Himpunan Profesi Mahasiswa Statistika (GSB) coz setiap masa perkenalan mahasiswa baru, MAPASTIKA selalu diminta untuk mempresentasikan kegiatannya. Tp gak tau kesini-kesininya dehh.., karena gw jg dah gak terlalu aktif dating ke kampus apalagi semenjak Jurusan gw dipindah ke kampus darmaga nun jauh disana.

Kira2 2 mingguan yg lalu gw diajakin lagi sm temen gw
yg dulu sama-sama suka mendaki gunung untuk mendaki Gunung Gede Pangrango yg stelah gw tanya ternyata perginya jg mengajak adek-adek kelas yg masih kuliah di semester akhir. Whuaaaa…….. sumpeh dehhh…, dalam hati gw tuh pengen banget nostalgia lagi naek gunung apalagi sm adek2 kelas yg katanya ada ‘cabu’ nya jg yg ngikuttt (hanya bargaek dan kucir serta sebangsanya yg tau istilah ‘cabu’. hehehe.. ). Tapii……… apadaya dehh karena ada factor ‘U’, jadinya gw kagak bisa ikutan kegiatan itu. I have to think more than twice or maybe a hundred/thousand to hike the mountain again.

Terakhir kali gw naek
gunung bersama temen-temen gw, Adit, Irlan, Bramy, Uwee dan Anik, gw terkulai gak berdaya setelah dengan susah payah menuruni Gunung Gede yg hampir setengah perjalanan gw lalui. Stengah perjalanannya gw harus di Bantu oleh my hero Irlan yg rela meminjamkan bahunya(entah dengan terpaksa atau kerelaan gw gak tau dehhh….hehehe..:D piss lann… ) untuk sandaran berjalan gw. Hikss..hikss…hikss…. factor ‘U’, gw dah gak kuat lagi nahan dingin. Kaki dan tulang pada berasa kaku smua. Jangankan digunung, kadang kl lagi cuaca gak bersahabat alias musim hujan, gw tuh mengalami hal yg sama cm gak separah waktu mendaki itu. Yahhh harap maklum lahh, factor ‘U’ tadi ituhhh..

Jadi pengen nosta
lgia lagi neh liat photo semasa gw mendaki gunung,. Berikut photo2 itu.


ini adalah lambang dari Perkumpulan Pecinta Alam Mahasiswa Jurusan Statistika atau MAPASTIKA. Karena kita anak statistik, jadinya gunungnya di bikin kyk sebaran Normal(N) dehh.... :D
Kalo yg ini mah, Foto pertama kalinya gw naek Gunung Pangrango pas Semester 1. Niy masih yg tampangnya katro-katro gituh dehhh.. huahahaha....
barisan atas:
Bargaek nunjuk apaa
n sehh..? trus ada asep, kucir alias mamang, bramy yg pake topi, gw, juragan udang di lampung yg tak laen adalah Kang Ir.Lan orang Sukabumi tea, hendra, opik ucil, Wisnu. Di barisan bawah ada temen soni(gw lupa namanya), Soni, Sri yg ntah gmn kabarnya nehh anak dan anjrit.
Kalo yg ini dibawah ini pas waktu gw naek Gunung Lawu di jawa tengah. dari kiri ke kanan ada Omm Goi, Kang Soni, gw and Opik Ucil.

Kalo yang ini pas naek Gunung Merbabu masih didaerah Jateng jg. Jadi setelah kita turun dari Gunung Lawu trus kita maen ke Grobokan Sewu dan ternyata dari situ terlihat sebuah Gunung yg cantik yg membuat kita tertarik untuk mendatanginya. Ya udah dehh, skalaian ajah mumpung masih di daerah Jawa Tengah, akhirnya kita datangi Gunung yg ternyata adalah Gunung Merbabu. wuahh.. baru kali ini gw naek gunung sekaligus dua dengan istirahat hanya 1-2 hari sajah. Fiuhhhh...... :) Barisan depan: Kang Soni, Maman, Gw.Barisan Belakang: Gio dan Opik

Dan gunung yg paling jauh yg gw datangin tuh adalah Gunung Rinjani di Mataram Lombok,NTB. Berikut photo waktu pa
s di puncak gunung nya. Yang pergi waktu itu adalah Gio, Gw, Thias Bargaek, Karo, Kang Soni, Brami, Uda Adit dan Opik Ucil.

and finally pas diakhir-akhir perkuliahan dan bahkan sebagian dah ada lulus, kita bisa naek gunung dengan peserta paling banyak dalam sejarah naek gunung kita. see the pic below.

wuahhhh......... kl inget smua kenangan itu, rasanya pengen lagi dehhh naek gunung bareng-bareng lageehhh... but disamping faktor temen-temen yg lain yg jg dah pada ada yg merit dan sibuk dengan kerjaan dan urusannya masing-masing, jg ada si faktor 'U' tadi itu. hikss....hiks......:( yahh biar menjadi kenangan ajah dehhh. Emm.... sekarang gantinya touring ajah dehhh. Itupun kl sempet. hehehe... :D

Friday, December 09, 2005

Momm...

Momm.... Loving you as food for my soul.....

Teringat bagaimana perjuangan seorang ibu semenjak ia melahirkan, merawat dan menyusui hingga membesarkan anaknya menjadi dewasa dan bahkan tak jarang menjadikannya seorang pemimpin yg dihormati dan di segani. Pantaslah jika disebutkan bahwa "Surga itu ada ditelapak kaki Ibu" dan juga sabda Rasulallah yg menyebutkan 3 kali berturut-turut nama Ibu, orang yg perlu di hormati terlebih dahulu kemudian baru Seorang Bapak. Kewajiban kita lah sebagai seorang anak untuk selalu menghormati nya sepanjang masa hingga akhir hayatnya...dan janganlah sekali-kali kita melukai hatinya apalagi mendurhakai nya. Ridho Allah adalah ridho nya orang tua kita dan murka Allah adalah murkanya orang tua kita.


Luv u Momm.... :)

Meski hari ibu masih jauh, sekarang ajah dahh postingnyaaa... hehehe.. :D

Monday, August 22, 2005

Namanya juga orang hidup

Hidup kita didunia ini selalu berkutat dari suatu urusan ke urusan yg lainnya. Namanya juga orang hidup, begitu orang selalu bilang. Katanya siy cuma orang mati ajah yg udah gak ada atw terbebas dari segala urusan(maksudnya urusan dunia).
Yang namanya urusan dunia bisa jadi membawa kebahagian bisa jg membawa kesedihan. Tapi perlu kita ingat sodara-sodara, bahwa yang namanya kebahagiaan ada pangkal dan ujungnya. Dan hanya ada satu kebahagiaan yang hakiki yang tiada pernah habisnya, yaitu kebahagiaan para ahli sorga. Begitu jg dengan kesedihan, bahwa kesedihan itu juga ada pangkal dan ujung. Kesedihan yang abadi yang tiada pernah habisnya hanyalah dimiliki oleh para ahli neraka. Naudzubillahi min dzalika

by achul

Thursday, August 04, 2005

What's Up...!!

Whuaaa.... pusyingg....pusying.....sibuk..sibuk...bete..bete...jangan ganggu gw..!! Go away..!!! don't disturb..!!!
Mungkin itulah salah satu ekpresi yg kita keluarkan manakala kesibukan yg melanda sudah teramat sangat bahkan mungkin sudah bercampur dengan segala persoalan yg tengah melanda kita. Mulai dari persoalan pekerjaan kita di kantor, di rumah, di lingkungan dan persoalan dari tempat dimana biasa kita bersosialisasi untuk hubungan pertemanan ataw sekedar kongkow-kongkow sajah. Tapi bagaimana kita menyikapinya..???

Ada sebagian orang yg memang sudah pandai menyikapi dan mencari jalan keluar dari persoalan mereka sendiri, baik dengan cara merenung diri, berkonsultasi ataupun curhat dengan orang yg mereka percayai tergantung dari konteks permasalahan mereka demi mencapai jalan keluarnya. Orang-orang seperti ini yg mengerti bahwa hidup adalah merenung diri dan bahwa kita hidup tidak sendiri. Kita masih punya lingkungan dan orang-orang yg memberikan perhatian, mulai dari keluarga sampai dengan teman. Hanya 1 hal yg dibutuhkan, berikan mereka kepercayaan dan berpikir positif. Dan jadikan smua sebagai pengalaman dan pelajaran berharga, hingga kelak suatu saat jika persoalan yg sama datang, kita pun siap menghadapi dan mengetahui jalan keluarnya.

Lalu bagaimana dengan orang-orang yg tidak mampu menghadapi persoalan-persoalan yg menghampiri mereka...??? mungkin bisa jadi anda salah satunya..? tatkala kondisi ini yg terjadi, saya cuma bertanya dalam hati, "Tuhan ku.., apakah persoalan hidup yg menghampiri diri ini begitu banyak dan beratnya..? atawkah hati ku yg tidak cukup luas atw sempit hingga diri ini tak mampu menampung smua persoalan hidup ini."

Yahh, hati yg luas dan pikiran yg positif dan Tuhan pun sudah menyatakan bahwa sesungguhnya Dia tidak membebankan hamba Nya kecuali dengan kadar kemampuannya. Mohonlah bimbingannya selalu dalam menyelesaikan sesuatu urusannya(Dan tidak hanya dalam menyelesaikan persoalan tp jg Memulai pekerjaan). Mungkin persoalan yg datang menghampiri kita selalu di anggap tidak baik ataw memberatkan tp mungkin sesungguhnya dihadapan Tuhan adalah baik untuk kita. dan begitu sebaliknya, kita selalu menganggap baik hal-hal yg menyenangkan tp mungkin itu adalah hal yg buruk bagi kita dihadapan Tuhan.

Sebaik-baiknya sikap dalam menghadapi smua itu adalah ikhlas, sabar dan berdoa. Jangan sekedar berusaha mencari bagaimana memecahkan persoalan itu tp harus disertai dengan doa. Ingatlah bahwa Tuhan telah berjanji, "Berdoalah niscaya akan Aku kabulkan". Dan lihatlah betapa sayangnya Tuhan terhadap Hamba Nya. Tp yg kita lakukan justru malah memalingkan wajah dari Nya dan bahkan ada yg sampai memusuhi Nya. Ahh, betapa piciknya pikiran manusia terhadap rencana Tuhan.

Tp yakinlah bahwa seberat apapun persoalan yg datang pasti ada jalan keluarnya dan membawa hikmah. Jangan pernah merasa bahwa usaha yg kita lakukan adalah sia-sia. Apabila smua dilakukan dengan ikhlas, sesungguhnya Tuhan tidak akan menyia-nyiakan perbuatan kita. Smua ada balasan yg setimpal terlepas itu baik ataupun buruk.

Diakhir kata,
"Karena Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai (dari satu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yg lain. Dan hanya kepada Tuhan lah kamu berharap "

by achul

Wednesday, August 03, 2005

Itu hal yg biasa

Hari ini pertanyaan dari seorang teman yg diawali dengan basa-basi,
“Assalamualaikum..,pa kabar ya akhi..?”
“waalaikumsalam, alhmdlh.. ana bi khoir”
Seperti biasa, kl seseorang menanyakan kabar diriku maka aku pun akan membalas menanyakan kabarnya. Yahh mgkn inilah sebuah etika dalam bertegur sapa.
“kabar antum bagaimana…?”
“Alhmdlh, sehat walafiat”
“syukurlah kl smua pada sehat smua”
Selesai sudah basa-basi sampai disana dan kemudian masuk dalam pokok pembicaraan. Teman ku pun langsung pada inti pertanyaan dia menyapa ku.
“denger-denger pada banyak yg hengkang dikantor antum.., trus katanya sampe level atas juga, cuci gudang yahh..? ”
Sebenarnya aku sudah bisa menebak tujuan dia menyapa ku, kemudian aku jawab,
“lohh… bukannya itu sudah biasa dalam dunia kerja khususnya bidang advertising ini..?”
Lalu teman ku balas menjawab, “iyahh…, tp kl ampe level atas yg hengkang itu brarti Luar Biasa..”
Mendengar perkataan ini, aku langsung coba menjelaskan sedikit sebagian dari motivasi orang dalam bekerja.
“ya akhi.., sesungguhnya motivasi orang dalam bekerja itu ada 3 hal, antara lain, Ilmu, Karir dan Materi. Pandangan aku atas hengkangnya orang di level atas itu, disini mungkin bisa jadi karir dia sudah mentog karena posisinya yg sudah menjabat direktur, dari sisi materi sebenarnya sudah lebih dari cukup, mungkin dari sisi ke ilmuan yg ingin dia dapatkan. Ia ingin mendapatkan sesuatu yg baru. Ataw jika memang ketiganya sudah ia dapatkan, maka ia membutuhkan suasana kerja yg baru.”
Mendengar penjelasan itu, teman ku hanya mampu berkata, “owhh.. gitu yahh..”
kemudian aku balik bertanya pada teman ku,
“kalo antum sendiri sekarang motivasinya apa dalam bekerja..?”
mungkin teman ku kaget mendengar pertanyaan ku ini dan ia pun menjawab,
“Wuahh gak tau deh aku…”
dalam hati ku sendiri sempat tersenyum, aku sudah menjelaskan sebelumnya tadi diawal dan ternyata dia tidak siap dengan pertanyaan ku. dan kemudian teman ku menutup pembicaraan dengan mengajak kembali melakukan pekerjaan masing-masing.
******
Aku hanya bisa berkata sendiri dalam hati, bahwa manusia terkadang memang sering melihat dan menilai sesuatu dari persfektif keduniawian. Ada hal lain yg seharusnya dia coba belajar untuk mengerti. Bahwa sesungguhnya smua berjalan dengan seharusnya sesuai dengan kehendak Allah. Setiap manusia menentukan nasib nya sendiri-sendiri. Setiap usaha tiadalah yg sia-sia dimata Tuhan. Baik berakibat baik, buruk berakibat buruk. Adil yg didapat karena sifat Tuhan yg Maha Adil.
Teman ku mengganggap hengkangnya orang dilevel atas sebagai sesuatu yg luar biasa, tetapi aku menganggap itu hal yang biasa dan wajar. Terkadang ada sesuatu yg memang orang cari dalam melakukan sesuatu. Entah itu motivasinya keduniawian atw skedar mengharap dan menggapai ridho Ilahi. Smua kembali kepada masing-masing individu.
Seandainya kita mampu menilai dalam bahasa keheningan, dengan hati, bahwa smua pencarian dan motivasi seharusnya bermuara kepada Allah SWT. Dan smua yg terjadi memang sudah seharusnya terjadi dan menjadi kehendak Allah maka menjadilah kita manusia yg senantiasa berprasangka baik terhadap ketentuan Allah. Tak ada yg perlu dipertanyakan melainkan sebuah perenungan dan perenungan diri yg mendalam. Inilah yg ingin aku jelaskan kepada salah seorang teman ku. Mudah-mudahan kau pun mengerti teman.

Monday, June 13, 2005

Don’t Judge a Book from it’s Cover

Kaget…got surprised…terkejut…ketika mengetahui karakter or sifat or perbuatan or kebiasaan dari seorang teman yg tidak kita expectasi sebelumnya. Benarlah pepatah yg mengatakan “Don’t judge a book from it’s cover”. And it’s happen. Wajah memang benar-benar penuh tipu daya. Sbenarnya, gw bukan merasa tertipu oleh wajah manusia tetapi pikiran gw yg telah menipu gw sehingga apa yg diinginkan pikiran gw ketika tidak sesuai kenyataan akan melahirkan kekecewaan. Tp ya sudahlahhh, selama dalam koridor tidak menyimpang dari syariat agama, silahkan sajah. Toh gw dan mungkin orang-orang kyk gw hanya menilai dari ukuran kepantasan. Apakah suatu perbuatan pantas atau tidak. Apakah pantas dilakukan oleh seorang wanita, apakah pantas dilakukan seorang pria, apakah pantas dilakukan orangtua, apakah pantas dilakukan anak kecil, dll. Smua punya ukuran kepantasan masing-masing. Tp setidaknya, ketika suatu perbuatan yg menurut gw tidak pantas dan dilakukan oleh seseorang yg gw respect sm dia apalagi kalau sampe terjadi sm orang yg gw sayang. Oohhh…. Alangkah sedihnya hati ini, kaget bukan kepalang. Tp mungkin ini disebabkan ketidaktahuan gw tentang kelakuan dan kebiasaan seorang teman atau jg pergaualannya. Dan ketika tiba-tiba ia melakukan hal itu, gw tidak ada informasi tentang kebiasaan teman gw itu, sehingga gw merasa kaget dan sempat kecewa sesaat dan gw coba mulai membiasakan diri.
Lihatlah, hati gw sedang mencari pembenaran dengan banyak menggunakan kata tapi dan mencoba membiasakan diri dengan kebiasaan seorang teman, mencoba mengerti dan memahami. Smoga dan smoga
Tetapi memang dalam pertemanan harus dikembangkan budaya toleransi yg tinggi, saling mengerti dan saling memahami, harus mampu memberikan pandangan yg baik dalam posisi yg netral, tidak perlu mencampuri urusan teman kecuali memang terlihat membutuhkan apalagi sampai dimintai pertolongan maka wajib membantu.
Betapa banyak kejutan yg sering gw alami yg mungkin disebabkan oleh miss informasi. Harus lebih banyak menilai dengan nurani bukan hanya dengan penglihatan dan menjadi sebuah pelajaran untuk hari ini. Trimakasih Tuhan. Pengetahuan bukan hanya diperoleh dari bangku sekolah tp jg dari lingkungan sekitar kita. Banyaklah belajar..!!! :))

And “ Never ever Judge a Book from it’s Cover ”


Friday, June 10, 2005

JALAN LURUS - Mengemudi Hati di Era Distraksi

Sinopsis Di tengah gemerlap Jakarta yang didikte oleh algoritma media sosial, tren flexing, dan tuntutan sukses instan, Farhan terjebak dala...