Masih dalam sebuah perjalanan
tak putus-putus ku berjalan
tak henti-henti ku melangkah
dan tak pernah lelah ku mencari
hingga jiwa mengenal raga
dan raga mengenal jiwa
trus mencari dan mencari
sampai bertemu diri yg sejati
smua dalam cinta kasih Ilahi
akulah musafir
akulah sang pengembara
akulah si faqir
yg hanya berharap tetesan Rahmat
dari Tuhan semesta alam
bagaimana ku melepaskan belenggu dunia ini
yg telah lama memenjarakan pikiran dan jiwa ku
menghalangi pandangan mata hati ku
hingga ku rasa buta dan tak mampu melihat sebuah hakikat
terdampar ku jauh dalam dunia yg gelap
tanpa penerang tanpa pemandu jalan
terombang ambing dan terantuk batu kehidupan
penuh luka dan peluh jiwa
doa ku bergemuruh
ucap ku sungguh-sungguh
sbelum waktu ku tiba
akhiri ini smua dengan indah
A short note/story from a man who wants to continue learning and growing from his life experiences...
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
JALAN LURUS - Mengemudi Hati di Era Distraksi
Sinopsis Di tengah gemerlap Jakarta yang didikte oleh algoritma media sosial, tren flexing, dan tuntutan sukses instan, Farhan terjebak dala...
-
Mendung kelabu membayangi langit jakarta juga langit hatiku sebentar lagi hujan tapi tidak dengan langit hatiku karena ku tahu mendung itu k...
-
My Fren B'day Pagi hari, kamis 9 Juni 2005, Bang Jul kluar rumah dengan membawa air dalam ember untuk menyiram tanaman dihalaman ruma...
-
Menghitung hari, itulah kalimat yg diucapkan salah seorang teman kepada gw. Yup, memang gw tinggal menghitung hari ajah niy coz mulai bulan ...
No comments:
Post a Comment