Monday, December 03, 2007

Ujian Kesabaran

Bulan November lalu tepatnya tgl 22-23 November saya punya agenda acara pergi ke Surabaya tepatnya TulungAgung(TA) untuk mensupervisi event dari Brand yang saya handle. Alhamdulillah saat berangkat, pesawat yang saya tumpangi tidak mengalami delay dan tiba di Surabaya sesuai dengan schedule. Setibanya dibandara Surabaya saya sudah ditunggu oleh teman radio yang menjadi partner kegiatan disana. Sebetulnya perjalanan ke TulungAgung ini bukan yang pertama kali bagi saya, ini merupakan perjalanan yang kedua kalinya. Waktu tempuh menuju ke TA lumayan agak memakan waktu, kurang lebih 3-5 Jam, tergantung kondisi diperjalanan.

Perjalanan ke TA yang pernah saya lalui beberapa waktu lalu adalah melalui mojoagung, jombang dan lewat kediri. Tapi kali ini teman saya mengajak saya lewat malang yang nanti juga akan melewati tol porong lumpur lapindo. Secara saya memang senang mencoba sesuatu yang baru dan mencari pengalaman baru, saya setuju dengan saran dan ajakannya, sekaligus saya ingin menghilangkan rasa penasaran saya untuk mengetahui secara langsung lokasi lumpur lapindo tersebut.

Stelah keluar bandara Juanda Surabaya, lalulintas terlihat lancar hingga saya keluar pintu tol porong. Tapi setelah tol porong, kemacetan menggila langsung menghadang di depan mata. Maka tak heran setelah keluar pintu tol porong tersebut, banyak sekali orang-orang (mungkin penduduk setempat) yang berusaha menawarkan jasa menunjukan jalan pintas.

Yup, kemacetan ini memang persis dilokasi tempat terjadinya luapan lumpur lapindo. Masih terlihat dengan jelas kepulan asap putih yang keluar dari luapan lumpur tersebut. Ketika asik memandangi tanggul yang tingginya mungkin lebih dari 5 meter dan juga asap putih yang mengepul, lagi-lagi orang-orang diluar menawarkan jasanya untuk menunjukan jalan pintas. Tapi yang saya tidak sukai adalah cara menawarkan jasanya yang sedikit agak memaksa dengan penegasan bahwa jalannya macet sekali bisa berjam-jam. Tanpa perlu diberitahupun saya tahu itu jalanan memang macet total dan jalannya sangat amat tersendat. Setelah saya bertanya memang kemacetan ini tidak semata-mata karena lumpur lapindo, tapi juga karena didepan sana terdapat persimpangan dan juga pasar. So, no wonder kalau kemacetannya seperti ini. Apalagi jalur ini merupakan jalur utama distribusi bahan pokok, dsbnya. Jadi banyak sekali kendaraan-kendaraan besar yang terlihat mengantri.

Pak supir yang mengemudikan kendaraan pun sempat terlihat bingung antara terus mengikuti antrian atau membayar jasa untuk lewat jalan potong. Teman saya juga terlihat bingung untuk mengambil keputusan. Dan kemudian akhirnya teman saya menoleh kepada saya untuk diminta pendapatnya, secara perjalanan ini sebenarnya memang dalam rangka mengantarkan saya ketempat acara.

Sempat terpikir oleh saya untuk membayar jasa tersebut, tapi saat itu saya tidak dalam kondisi mengejar waktu. Oleh karenanya saya pun tidak terlalu masalah jika harus ikut memasuki antrian bersama mobil-mobil besar tersebut. Saya pun bilang kepada teman saya, sebetulnya kita sedang dihadapkan dengan ujian yang namanya kesabaran. Yup, ini hanya masalah kesabaran, begitu ucap saya. Antrian mobil ini tentunya tidak akan selamanya berdiam tak bergerak, pasti akan bergerak juga. Pasti kita akan melewati ini semua asal kita mau bersabar saja mengikuti antrian ini. Mendengar pendapat saya, akhirnya sang pengemudi mengarahkan mobil dengan penuh kepastian untuk ikut masuk dalam antrian setelah sebelumnya masih dalam keragu-raguan.

Pastinya kemacetan ini akan cukup memakan waktu. Bagi orang-orang yang tidak sabar yang menjadikan kemacetan ini sebagai beban, mungkin akan keluar kata-kata sumpah serapah dari mulutnya. Tapi saya yang tidak menjadikannya beban tapi menjadikannya sebagai latihan ujian kesabaran merasa tidak terbebani. Bahkan saya menikmati sekali perjalanan tersebut sambil melihat kesisi dimana lumpur lapindo berada yang sekarang malah menjadi tempat wisata. Dan tak berapa lama, saya pun bisa melewati kemacetan tersebut dan saya pun sempat melihat jalan tembus yang ditawarkan oleh para penawar jasa tadi yang ternyata juga mengalami antrian kendaraan. Jika semua orang memilih jalan tembus, bukan tidak mungkin akhirnya mereka mengalami hal yang sama yaitu kemacetan.

Saya pun coba mengambil hikmah dari perjalanan tadi, jika kita dihadapkan dengan sesuatu yang menguji kesabaran kita, jangan terburu-buru tergoda dengan jalan pintas yang ditawarkan. Belum tentu kita terlepas dari ujian kesabaran yang kita hadapi tapi bisa jadi malah kita dihadapkan dengan ujian kesabaran yang lainnya. Karena semuanya memang butuh proses. Jika kita bisa menikmatinya, malah kita akan merasakan nikmatnya ujian kesabarannya itu. Kita akan semakin bijak menyikapi keadaan dengan mengerti kondisi yang sedang kita hadapi.


Salam,

-Acul-

Wednesday, November 28, 2007

Berbuat Baik dan Berpikiran Positif

Pernah saya menyampaikan kalau setiap perbuatan yang akan kita lakukan akan berpulang kepada kita sendiri. Disadari ataupun tanpa disadari. Setiap perbuatan baik, kita pun akan mendapatkan kebaikannya dan setiap perbuatan yang jelek, kita pun juga akan merasakannya. Intinya, setiap kita akan melakukan sesuatu perbuatan kepada orang lain baik ataupun buruk, harus diingat kalau perbuatan itu yang pertama kali akan dirasakan oleh kita sendiri. Artinya, kita harus selalu mawas diri terhadap setiap perilaku ataupun sikap kita. Ini dapat membantu kita untuk senantiasa menjaga sikap dan berbuat baik. Kalau ditanya, siapa yang mau diperlakukan baik..? tentu semua orang pastinya mau diperlakukan baik. Tapi kalau ditanya, siapa yang mau diperlakukan tidak baik, pasti jawabannya semua orang tidak mau diperlakukan tidak baik. Begitulah kalau kita ingin berbuat sesuatu, berbuatlah yang baik.

Hal lain yang mungkin juga saya pernah sampaikan adalah berpikiran positif. Kenapa penting berpikiran positif..? dalam suatu buku yang pernah saya baca katanya kehidupan yang kita alami ini adalah hasil pikiran-pikiran kita dimasa lampau. Kalau saya ditanya soal ini, saya akan menjawab, bisa iya bisa tidak. Saya katakan bisa iya karena dalam suatu studi, pikiran kita memancarkan sebuah gelombang. Gelombang-gelombang ini akan memancar layaknya gelombang elektronik lainnya seperti TV, Radio ataupun Telekomunikasi. Pancaran gelombang pikiran ini yang akan membentuk sesuatu dari hasil yang kita pikirkan. Contohnya, kita berpikir kita akan terlambat datang ke kantor. Ketika otak kita dipenuhi oleh pikiran ini dan secara terus menerus, secara tidak langsung kita yang menyebabkan diri kita terlambat. Bisa jadi frekwensi gelombang pikiran kita yang membuat kendaraan yang kita tunggu susah didapat or membuat kita terkena macet, dsb.

Sempat terpikir oleh saya mengenai kebenaran teori seandainya memang benar, ketika saya hendak sholat jumat dan datang terlambat yakni ketika khotib sudah naik mimbar, saya selalu merasa yakin saya akan mendapatkan tempat meskipun mesjid yang saya datangi selalu padat dengan jamaah. Tapi, keyakinan saya selalu terwujud. Nah kalo dihubungkan dengan berpikiran positif bisa jadi ada benarnya. Contoh lainnya adalah, ketika saya datang siang ke kantor, kekhawatiran saya selalu mengenai tempat parkir kendaraan bermotor. Karena kalau datang ke kantor siang, pastinya parkir kendaraan selalu penuh dan sulit sekali mencari tempat. Tapi semenjak berangkat dari rumah, saya selalu merasa yakin dan dalam pikiran saya optimis akan mendapatkan tempat. Dan alhamdulillah, lagi-lagi saya mendapatkan tempat parkiran.

Inilah mungkin pentingnya kita berpikiran positif, tidak hanya mengenai hal-hal yang saya ceritakan tapi juga terhadap hal-hal yang lainnya. Berpikiran positif membuat kita merasa optimis bahkan menjadi lebih bijak. Hal apa yang membuat bijak dari pikiran positif? contohnya kalau kita sedang menunggu teman yang datang terlambat, jika kita berpikiran positif kita pasti menduga pasti teman kita terjebak macet, dsb. Jika tidak, pasti kita akan marah-marah dan uring-uringan. Begitu juga misalnya sahabat dekat kita sudah lama tidak memberi kabar, jika kita berpikiran positif, kita pasti berpikir mungkin sahabat tersebut sedang sibuk dengan pekerjaannya atau sedang kluar kota atau ada urusan yang penting, dsb. Dan bukan kita langsung menjudge teman kita sombong, dsb. Jika ini kita lakukan, insyaAllah, ketika kita mengalami hal yang sama dengan teman kita, teman kita pun mudah2an juga berpikiran positif.

Tapi memang tidak selamanya kita mendapatkan yang kita mau atau kita pikirkan. Kita semua pasti setuju bahwa setiap pekerjaan yang kita lakukan pasti ada campur tangan Tuhan. Oleh karenanya semua kejadian bisa dikaitkan juga dengan kehendak Tuhan. Artinya teori mengenai gelombang pikiran tersebut bisa jadi tidak berlaku jika setelah kita berpikir positif tapi hasilnya tidak sesuai dengan yang kita pikirkan. Dengan kata lain, Tuhan belum berkehendak.

Dua hal diatas yaitu berbuat baik dan berpikir positif adalah hal yang penting dalam kita menjalani kehidupan. berbuat baik yang mendatangkan kebaikan dan berpikir positif yang mendatangkan optimisme dan sekaligus kebaikan juga untuk kita.

Yang merugi pastinya yang tidak berbuat baik dan tidak berpikir positif. Jika kita tidak selalu berbuat baik, adakalanya kita selalu dihantui dengan perbuatan tidak baik kita sendiri. Dan jika kita tidak berpikir positif, pastinya kita selalu berprasangka buruk. Padahal berprasangka buruk itu sebagian dari dosa lohhh. ihhh... takut. Dan hidup dalam berprasangka pun hanya akan membebani diri kita sendiri.

Di akhir kata ini saya cuma ingin menegaskan kembali bahwa
"Hidup dalam prasangka yang jelek itu tidak enak, hanya akan membebani diri kita sendiri"


Salam,

-Achul-

Tuesday, September 11, 2007

Marhaban yaa Ramadhan

Marhaban yaa Ramadhan...
Marhaban yaa Syahru Shiam...
Marhaban yaa Syahru Qyam...
Marhaban yaa Syahru Qur'an...
Marhaban yaa Syahru Maghfirah...
Marhaban yaa Syahru Mahabbah...

Marilah kita sambut ramadhan ini, yang merupakan bulan yang penuh berkah, rahmat dan ampunan dengan hati yang bersih. Teruntuk itu, dari hati yang paling dalam saya memohon dibukakan pintu maaf sebesar-besarnya jika ada kata-kata atau perbuatan yang salah dan kurang berkenan dihati teman-teman bloggers semuanya dan para blogwalkers. Semoga kita semua diberikan kekuatan lahir dan batin, iman dan islam dalam menjalani ibadah puasa Ramadhan tahun ini. Dan sekaligus meraih kemenangan serta kembali menjadi manusia yang fitrah dan berkualitas imannya. Aminnn.........



Salam,

-Acul-

Friday, July 20, 2007

Jika Tuhan Berkehendak

Hari kamis kemarin(19/7) akhirnya saya baru bisa mengunjungi teman yg dirawat di rumah sakit pondok indah. Dimana sebelumnya teman saya itu blum boleh menerima tamu/dikunjungi selain keluarganya karena masih dalam proses observasi. Anda mungkin ingat akan peristiwa yang menimpa komedian Taufik Savalas (alm), tragedi tabrakan maut di purworejo dalam perjalanan menuju purbalingga(11/7) yang menewaskannya beserta 1 orang supir dan seorang kru tepatnya produser iklan. Selain 3 korban tewas, ada lagi 2 korban yang selamat namun mengalami luka sangat serius yang di antaranya adalah teman saya yang kini dalam masa perawatan di rumah sakit.

Saya masih ingat 2 hari sebelumnya(9/7) ketika saya menanyakan teman saya itu untuk hadir dalam preview pembuatan filler TVC yang akan tayang mulai minggu besok(22/7), namun dia menjawab tidak bisa hadir karena akan pergi menuju purbalingga. Dan yang hadir pada saat preview adalah atasannya. Preview(11/7) dimulai pukul 18.00 s.d selesai. Tapi sayangnya saya tidak bisa menemani preview hingga selesai sehingga saya tidak mengetahui kejadian setelah itu.

Pada pagi harinya(12/7) pada saat saya ingin berangkat kerja, saya bermaksud pamit kepada ortu saya yang saat itu sedang menonton TV. Tanpa disengaja ada berita mengenai Taufik(alm). Saat itu saya cuma berpikir, "lohh, kok berita liputan dokter kecil kemarin yang bareng sm Taufik(alm) baru ditayangin sekarang yahh? itukan udah beberapa minggu yg lalu.." itulah sekelebat pertanyaan dalam hati saya sebelum mengikuti narasi selanjutnya karena saya tahu Taufik adalah duta Lifebuoy yang ikut hadir dalam launching dokter kecil dan pasukan 20 detik di daerah Tanah Abang. Tetapi setelah saya ikuti, ternyata berita tersebut mengenai tragedi kecelakaan yang menewaskan Taufik Savalas(alm). Kemudian saya tanya kepada ibu saya, "Mah, itu taufik meninggal dunia..? beneran apa gak..? kenapa meninggal..?" kemudian ibu saya menceritakan apa yg ada di TV dan menyebutkan ada korban selamat salah satunya cewe rambut nya pendek atau bondol.

Saat itu jg hati saya berdegup, masya Allah, karena saya tahu teman saya dalam perjalanan kesana jg dan ciri-ciri itu mirip dengan teman saya. Saat itu jg saya langsung telp HP teman saya itu. Beberapa kali saya coba namun tidak ada yang angkat. Kemudian saya langsung telp atasannya. Akhirnya, jawaban didapat dan ternyata benar, teman saya ikut dalam rombongan bersama Taufik. Rasanya mata ini terasa panas, mungkin air mata ini hampir jatuh. Saya saat itu berdoa, semoga teman saya tidak terluka parah, melihat kondisi mobil yang hancur remuk di bagian depan hingga tengah.

Namun Allah masih sayang sama teman saya, saat itu posisi teman saya berada di sbelah kiri bagian belakang. Jadi lukanya tidak begitu parah. Stelah beberapa hari dirawat di rumah sakit Jogjakarta, akhirnya senin kemarin(16/7) teman saya kembali ke Jakarta dan langsung dibawa ke rumah sakit PI untuk mendapat perawatan lebih intensif. Setelah sekian lama menunggu, akhirnya kamis kemarin saya datang menjenguk. Senang rasanya hati ini bisa kembali melihat wajahnya. Meskipun kondisinya lemah, saya yakin ia bisa melewati masa-masa yang berat ini. Betapa saya menjadi teringat ketika saya harus mengejar-ngejar teman saya ini untuk urusan pekerjaan khususnya deadline yang harus di penuhi. Maafkan daku teman karena itu tuntutan pekerjaan. :) Saya cuma bisa mendoakan, smoga Allah melimpahkan kasih sayang Nya kepada teman saya, melimpahkan kesabaran atas musibah yang menimpanya. Dan smoga cepat diberikan kesembuhan untuknya. Aminn...

Dari sini saya pun coba sedikit mengambil hikmah bahwa jika Tuhan sudah berkehendak, tak ada satu makhluk pun yang mampu menahan kehendak Nya. Saya pun yakin peristiwa yang menimpa teman saya ini adalah salah satu kehendak Tuhan. Tidak ada yg perlu di sesali tapi manusia harus lebih bisa menginstropeksi diri kembali. Dimana pun kita berada, jika Tuhan berkehendak, terjadi, maka terjadilah.


Salam,

-Acul-

Monday, February 19, 2007

Hanya Sejenak...

Ahh... santai sejenak... yup, sejenak tuk melupakan sejuta pekerjaan yg selalu menanti dan mengantri tiada pernah henti. Inginku melepas penat tp entah bagaimana caranya. Waktu begitu cepat berlalu bahkan terlalu cepat berlalu menurutku. Seolah-olah sang waktu enggan singgah untuk sekedar menikmati suasana yg ada tuk meluaskan pikiran dan melapangkan dada dari penat kesibukan dunia. Hanya sejumput waktu yg tetap bisa kunikmati, yakni dikala hati mengadu dalam ibadah-ibadah sholat ku. Tuhan ku, Engkau Maha Pengasih, kuyakin apapun yg hamba Mu pinta akan Kau berikan karena sifat pengasih Mu. Engkau Maha Pemberi, kuyakin apapun yg hamba Mu pinta akan kau berikan karena sifat pemberi Mu. Rindu ku akan kehadiran Mu dalam relung hatiku. Aku lah hamba Mu yg selalu lalai melupakan Mu hingga gundah merajai hati ku. Namun ku yakin sifat penyayang Mu, akan selalu tercurah kepada hamba Mu yg senantiasa ingat pada Mu. Engkau yg tiada pernah lalai mengawasi hamba-hamba Mu. Bahkan senantiasa dekat mendampingi hamba Mu, sedekat urat nadi dalam leher ku. Aku hamba Mu berharap uluran kasih sayang Mu. Selalu dan selalu dalam setiap doaku.


Inilah waktuku yg sejenak tuk melepaskan segala isi pikiran yg ada dalam otakku. Jenuhku akan hari-hari yg telah kulalui hanya bisa kutuangkan dalam sebuah tulisan sebagai ekspresi dari jiwaku. Sampai jumpa esok hari dengan sejuta cerita yg telah menanti dan mengantri. Aku letih, ingin sejenak beristirahat dalam tidur ku malam ini. Dan esok kan kusambung dengan ceritaku kembali...


-Achul-

Wednesday, January 31, 2007

The end of story

A: "paan tuhh..?"

B: "paan apanya...?"

A: "ya tulisan loe itu dodol..!",

B: "yee.... loe tanya nya kagak jelas, pake ngatain gw dodol. dasar lepet..".

A: "halah, udahh... gw cm mo tanya, kenape luu...? ada ape dengan judul lo entu...",

B: "btw, loe ngarti kagak tulisan gw...? kl kagak ngarti mending loe buka kamus dulu dehh. Inget..!! kamus, bukan rumus apalagi timus... otak loe siy gw tau emang timus isinya.."

A: "ahh, rese loeee.... iyah gw ngarti. kl diterjemahin pan artinya, akhir sebuah cerita, gitu bukan..?"

B: "Bagus kl loe ngarti. artinya lu anak manusia bukan anak beruang... hahaha..:D (tawa kemenangan dan penuh ejekan). lagian lu pan dah tau artinya, ngapain tanya...?"

A: "iihhh.... niy anak emang blum pernah di bebeg kyk rujak uleg kali yahh, emang lu kpn ceritanya..? soalnya gw pan kagak pernah denger cerita lu...? dan yg gw tau loe mo cerita tentang tom and jerry bukan...?"

B: "yahhh kl tom and jerry dah males deh gw ceritanya. lagian loe jg udah tau pan cerita tom and jerry kyk gimana? yg pasti ada waktu dimana mereka bisa akur dan bekerjasama tp lebih sering permusuhannya. kurang lebih kyk gitu kl cerita tom and jerry.

A: " Owh.. gitu.."

B: "Ughh... payah niy loe, cape deh gw temenan sm lu. agak kurang tanggep niy. namanya "cerita" tuh pan gak selalu tertulis dan terucap. loe bisa liat cerita itu dimana-mana. cerita itu ada disekeliling loe."

A: "wahduhhh... loe abis makan paan sihhh... or kesambet setan apaan loee..? berat banget omongan loe.."

B: " timbangan kali berat.."

A: " Hmm.... biar gw berpikir meskipun sebenernya gw lagi males mikir niy..."

B: "wahduhh, bisa mikir jg loe..."

A: "Ahhh, gw tau, emang siy ada sesuatu yg gw perhatiin sedang terjadi sm lu... ada sesuatu gitu dehh, ada cerita dari mulut ke mulut semacam gosip. entah bener entah kagak. dan emang loe gak pernah cerita soal itu. apa itu yg loe maksud...?"

B: "Ahhh, akhirnya stelah selama ini yg gw lihat cahaya kebodohan ditampang loe. eh ternyata, masih ada sedikit cahaya kecerdasan jg di otak loe."

A: "dasar monyonggg...."

B: "yang monyong bukan gw, tp Tukul sm Omas... hehehe..... :p "

A: "jadi bener berakhir niy....?"

B: "ya iyalahhh... buat apaan jg gw bikin judul kyk gitu"

A: "emang alasannya apaan dul...?"

B: "dal..dul..dal...dul.. pala lu tuh gundul, otak lo jg gundul kyknya"

A: "busyet dah, iyhaaa gantenggg*.... emang alasannya paann..?" (*hueekkssss....->tanpa diketahui B)

B :"nah gitu donkkk...., alasannya cuma masalah gak ada perubahan dan gak niat mo berubah or hijrah"

A: "Hmmm.... bentarrr..., kl perubahan gw ngerti, kl berubah tuh maksud lo kyk KBJ itu yg berubah jadi jagoan...? kl hijrah, dia mo pindah rumahh, pindah kerja or pindah kemana...?"

B: "gini yah A, gw mo modalin loe buka salon trus loe kasih nama salonya ini SALON ONENG 2. loe tuh lugu apa OON siy...?"

A: "hehehe...... ya gitu dehh... btw, gw masih blum tau cerita loe apaan siy...?"

B: "HAHHH....!!!"

Plakksssss......!!! Deziggg......!!! Tendangan Mautt..., Zrottt...!!!"

Berakhir percakapan diatas dengan tragedi pembunuhan A oleh B. Dan A mati dengan berjuta tanya dikepala nya tanpa kedamaian. Dan B mengakhir cerita nya. The End of story


=Achul=

Tuesday, January 30, 2007

Angku

Sobat lama kembali menyapa, hari ini dia punya cerita dan ingin berbagi cerita. Lalu saya bertanya, "Cerita tentang apa?"
Dan dia menjawab, " Ahh... cuma cerita dalam masyarakat kita. Khususnya dikampung awak".
Saya pun menjawab, "owhh..." meskipun saya blum mengetahui cerita apa yang ingin ia ceritakan sampai ia mengirimkan cerita itu via email dan saya pun membacanya. Ternyata itu adalah cerita yg memang selalu saja ada dalam dunia para santri. Entah itu mitos, khayalan ataupun realita, semua tergantung pemahaman kita. Jika tidak mengerti, bertanyalah dan jangan diam saja. Dan inilah cerita nya.

--o:0--

Angku..

Nenek saya ketika masih hidup, adalah anggota tetap sebuah pengajian. Mereka mengaji di nagari tetangga. Pengajian ini berlangsung setiap hari Rabu. Dipimpin oleh seorang ulama daerah sana, sebut sama namanya Angku Sutan Dingin. Si Angku memimpin sebuah surau (yang saat ini sudah beralih nama jadi pesantren, mengikuti kawan-kawan di tanah Jawa). Di surau ini banyak sekali santri yang tinggal untuk mengaji. Untuk bekal hidup, mereka biasanya berkeliling ke pasar dan rumah-rumah penduduk membawa buntia putih, bekas tepung terigu. Berharap keridhaan penduduk menyumbangkan semangkok beras atau sedikit uang receh.

Saya tidak akan membahas tentang murid-murid si Angku. Yang saya ingin bahas adalah cerita nenek saya, yang ketika itu sangat membuat saya takzim, takjum dan kagum. Kata nenek, si Angku adalah orang yang telah dipilih untuk mendapatkan karomah. Kata nenek juga, hari kamis si Angku tak boleh diganggu. Ia akan berkurung diri di kamar seharian. Baru keluar selepas shalat magrib. Itu adalah hari Angku melaksanakan shalat dzuhur, ashar dan magrib di Masjidil Haram di Makkah sana.
"Tapi kok bisa Nek? Emang Angku naik apa kesana?", begitu saya bertanya kepada Nenek.
Nenek bilang, "Angku adalah orang sakti. Angku sudah mendapatkan karomah. Jadi ia bisa saja berpindah-pindah tempat kemana dia mau."
"Lalu kenapa ketika ke Padang, Angku masih menggunakan Bus. Bukankah beliau bisa berpindah-pindah lebih cepat?". Itu pertanyaan spontan saya pada nenek.
Jawaban nenek, "si Angku bukanlah orang yang suka pamer. Beliau juga tidak mau memanfaatkan karomah beliau demi kepentingan pribadi. Apalagi untuk melakukan hal yang haram seperti menebak nomor SDSB."

Waktu pun berlalu. Saya pun masuk SMP lalu SMA dan kuliah. Saya pun tak terlalu mengikuti perkembangan surau si Angku. Ketika lebaran kemaren, saya bertemu Angku. Mengobrollah saya dan angku. Ternyata beliau tidak seseram dalam bayangan saya dulu. Angku ternyata juga manusia. Bisa tua juga. Saya pun tergoda untuk mengklarifikasi cerita nenek dulu tentang Angku.
"Apa iya, setiap Kamis Angku Shalat di Makkah?"
Angku cuma tertawa. Tidak mengiyakan juga tak menyanggah. Ia hanya balik bertanya.
"Tau transporter? Kenal Mp3? Mesin fax? serat optik? Ini hanya soal hukum kekekalan energi dan permainan gelombang. Mencapai hal begituan tak harus lewat laboratorium riset."

Hanya itu ucapan Angku. Dan saya pun ternganga...

--o:0--

Dan ini hanyalah tambahan dari saya mengenai cerita diatas,
Bertanyalah sebelum sesat di jalan
Bertanyalah tentang sesuatu ilmu sebelum sesat pemikiran


Cerita diatas dari seorang teman yg bernama,
Sura


=achul=

Monday, January 29, 2007

Robot vs Human

Kita pasti sudah mengenal sebuah ciptaan manusia yg bernama robot. Dengan segala imajinasi yg ada dalam pikiran manusia beserta tujuan dan manfaat yg ingin di raih, di ciptakanlah sebuah robot. Yup, robot di ciptakan atas keinginan manusia dalam mencapai tujuannya. Ia hanya sebuah alat yg dapat diperintah atau melakukan apa saja yang kita perintah. Robot tidak memiliki rasa atau perasaan. ketika ia diperintahkan melakukan pekerjaan yg berat atau sulit pun, ia tidak akan menolaknya atau berkeluh kesah. Kompleksitasnya tetep dapat di mengerti, apa dan bagaimana. Ketika ia mengalami suatu masalah, manusia tetap dapat mengerti apa kerusakan atau kesalahannya.

Sekarang kita beralih kepada manusia, Allah menciptakan manusia dengan segala kesempurnaannya. Manusia diciptakan dilengkapi dengan akal pikiran, panca indera, dan organ tubuh lainnya yg membentuk suatu kesatuan hingga tercipta makhluk yg sempurna bahkan dapat menimbulkan decak kagum diantara ciptaan-ciptaan Nya. Sehingga manusia dapat berpikir dan merasakan. Inilah yg membedakan manusia dengan makhluk-makhluk lainnya. Oleh karena nya manusia di cipta untuk menjadi khalifah di muka bumi atau sebagai pemimpin dimuka bumi ini. Manusia berpikir, manusia bertindak atas inisiatif dari dalam dirinya atau atas penalaran dari inputan yg ia terima dari lingkungan sekitar nya.Dan manusia dapat menentukan keputusan apa yg ingin dia perbuat (seharusnya).

Lalu, ada apa antara robot dan manusia....? disini saya hanya ingin menekankan siapa mengendalikan sapa. Tentu saja robot dikendalikan oleh manusia bukan manusia di kendalikan oleh robot. Tapi memang ada juga manusia yg dikendalikan. Tapi dikendalikan oleh sesamanya. Manusia ini jika tidak ada keinginan lepas dari kendali, maka ia layaknya robot.
Kita manusia bukanlah robot, maka harus memiliki initiatif diri sendiri. Kita manusia pastilah punya keinginan tidak seperti robot yg tak memiliki keinginan. Kita manusia pastilah memiliki perasaan, yg jika kita merasa sakit, kecewa, sedih, bahagia, pasti tubuh, hati dan pikiran akan memberikan respon. Dan tidak seperti robot yg tidak mengenal apa itu sakit, kecewa, sedih ataupun bahagia. Kompleksitas robot dapat di mengerti sesulit atau serumit apapun karena ia bersifat terukur sekaligus ciptaan manusia. Tapi kompleksitas manusia tidak sama sperti robot, kadang kita sulit menduga apa yg sedang dirasakan bagaimana perasaan nya. Mengukur perasaan manusia bukan seperti mengukur baju atau mengukur kedalaman laut. Pendekatannya hanya bisa dilakukan melalui hati ke hati. Jika ia dipaksakan melakukan sesuatu bisa saja ia berontak. Dan tidak seperti robot, ia pasti akan melakukan apa saja.

Apa yg ingin saya sampaikan dan tekankan disini adalah, manusia bukan robot. Manusia memiliki akal pikiran dan hati nurani. Dan jgn mau di kendalikan seperti robot, yg kadang dipaksa melakukan sesuatu yg sebetulnya bertentangan dengan hati nurani. Lakukan sesuatu sesuai dengan hati nurani anda. Bukan melakukan sesuatu dalam keadaan terkendalikan oleh seseorang juga. Jika itu yg anda lakukan, lalu anda robot atau manusia....???


-by Achul-

Wednesday, January 17, 2007

Tom & Jerry

The two names sound familiar with us, ada apa gerangan dengan dua nama itu...? yg pasti, yg satu itu kucing yg satu nya lagi tikus. yg kucing kuat, semborono tp bodoh, yg tikus lemah tp banyak akal. Gak tau deh, apa emang udah di default sm Tuhan seperti itu apa cuma rekayasa manusianya ajah yah yg membuat karakter dua tokoh ini kyk begitu. Ada yg kenal gak sang pembuat tokoh ini...? barangkali sodaraan gitu...? ya sud, intinya adalah, gw punya cerita tentang 2 nama ini, tp kali ini di sinonim kan dengan kelakuan 2 insan manusia. tp kl ceritanya jadi yahh, kl gak jadi ya jgn di tanya-tanyain. Emang yg mo cerita sapa...? hihihi...... :p
ok dehh, sampe nanti ceritanya, sekarang mo cari inspirasi mo berimajinasi sambil b*k*r (dan berharap crita nya gak melenceng jadi seputar WC akibat cari inpirasi sambil b*k*r) :)

Tuesday, January 16, 2007

Hey...hey...hey.......

Hai.. apa kabar, kalian semuanyahhh.....? kl kabar gw...,Hikksss...hikss..... duh awal-awal dah sesenggukan gini. Yup, gw merindukan masa-masa dimana gw bisa mengekspresikan diri dengan menulis, entah itu cerita-cerita pendek yg jayus (ngaku gw) atau pun puisi-puisi kacangan (puisi yg gw dapet dari bungkus kacang rebus, tau kan pada...???). ahhh, rasanya sulit sekali mencari waktu yg bener-bener gw bisa berkreasi kembali. Pulang ke rumah dah terlalu cape, bawaan nya pengen tidur, wiken paling males ngapa-ngapain. pengennya di apa-apain ajah (ngarepp dengan liur menetess..tes..tes..) --> plis jgn ada yg nerusin kalimat tes... akan berakibat berkonotasi negatif, bisa-bisa dijerat undang-undang pornoloeyee...


idung mana lagi kurang kerjasama niy, isinya maen meluncur ajah seenak udelnya. padahal dah gw larang-larang, tapi tetep ngotot pengen kluar jg. Pengen gw ajak duel ajah niy, tp dipikir-pikir masa sm idung sendiri ajah dah gak akur, gak lucu kl duel sm idung sendiri, kan yg bonyok muka gw jg pan. rencana di batalkan. idung dimaafkan. tp kurang ajar nya, sodara nya, si dua bola mata yg indah ini (narsis.com), pake ikut-ikutan kelakuan si idung, yaitu nyusahin yg punya idung. Mata gw rada perih niy dan kyk mo nangis. Gw menuduh, ini akibat idung yg gw ancem delik kejahatan kl mler trus, sehingga dia nyari dukungan tetangga-tetangga nya. Smoga ajah kuping gak ikut-ikutan, kl iyah, bisa-bisa orang yg ngomong sm gw, bakal gw suruh ulang lebih dari satu kali, karena si kuping ngebukain jendela pendengaran nya cuma sa-emprittt, so artinya, butuh ekstra mikropon atau toa kl mo ngomong sm gw(maksudnya biar gw denger). tapi untung nya siy gak.


Whuaaaa......... knapa begini, knapa begitu.... kenapa idung lobangnya di bawah, kuping lobangnya disamping...? ada yg bisa jawab gak...? kirim jawaban anda beserta identitas anda ke alamat berikut.


Jl. Smoga membantu. No. 7. Gg. Selamat mencoba
PO BOX 010203 (ini nomer togel, pembuat PO BOX ini bandar togel)



by

Achul
sing waras moco, ora waras ojo

Jangan makar atau berpolitik dikantor

Ada sebuah soal yang saya ajukan kepada team saya, pertanyaannya bagaimana caranya sebuah garis sepanjang 30 cm terlihat menjadi lebih kecil...