Saturday, November 18, 2006

Jiwa yg bertumbuh.

Banyak mungkin yg ingin disampaikan stelah sekian lama tenggelam dalam dunia yg tiada pernah berhenti dari kesibukannya. Yup, dunia memang masih terus berputar kawan. Benar kata salah seorang teman, pekerjaan itu tiada berhenti kecuali jika kamu menghentikannya. Tapi, ucapan "masih ada hari esok" hanya berlaku kl deadline pekerjaannya esok2 jg bukan...? :D
Ada seorang temen bertanya, " Gimana yg sekarang dibanding sebelumnya?" mendengar pertanyaan ini, hati cuma bisa menjawab, seseorang yg belum siap menerima perubahan pasti akan melihat perubahan tersebut sebagai suatu perbedaan hingga jadinya membandingkan-bandingkan. "Are you happy now..?" Happy jika kita bisa mensyukuri apa yg telah kita peroleh selama ini. Happy jika kita bisa menerima kenyataan yg ada. Happy jika kita bisa melepaskan segala keinginan2 kita dalam arti kl punya keinginan jangan yg muluk2 lahh.., karena kl gak kesampaian kan jadinya gak happy. Mungkin teman2 pernah mendengar kalimat ini, "Tuhan tidak memberikan apa-apa yg menjadi keinginan kita tp Tuhan selalu memberikan apa-apa yg menjadi kebutuhan kita" lebih baik banyak berintropeksi diri jika keinginan atau bisa jadi keinginan itu dianggap kebutuhan tp tidak kita dapatkan. Barangkali ada sesuatu yg salah dalam diri kita. Toohh, kita pun diperintahkan untuk senantiasa menghisab diri bukan? supaya tidak menjadi orang-orang merugi. Jiwa kita sedang bertumbuh dengan caranya masing2. ada yg melalui kesalahan2, kealfaan, kekhilafan, dll. Hanya orang yg memiliki kesadaran, akan kembali kepada jalan Nya. semoga kita semua menjadi orang-orang yg senantiasa mensyukuri nikmat Nya. Aminn....


-Achul-

Monday, August 07, 2006

Pentingnya Suasana Hati dalam Bekerja

Seorang sahabat pernah berkata tentang alasan keinginan dia kluar dari perusahaan tempatnya bekerja sekarang dan pindah ke tempat lain. Dia pun berkata, "Serumit apapun pekerjaannya insyaAllah bisa dikerjakan dan diselesaikan, asal……"

Kalimatnya sempat terputus, namun kemudian dia memberikan gerak tubuh yaitu menunjuk kearah dada tepatnya dibagian tengah dada, sebagai sebuah jawaban.

Aku coba mengerti dan memahami bahwa mungkin yg dimaksud adalah hatinya atau suasana hatinya. Namun untuk meyakinkan diri, aku bertanya tentang maksud dari bahasa dan gerak tubuhnya itu. Dan ia pun menjelaskan bahwa dalam bekerja jika hati kita tenang, nyaman dan senang semua pkerjaan pasti bisa terselesaikan serumit apapun bentuk nya atau dengan kata lain nothing is impossible, impossible is nothing. Kemudian muncul pertanyaan dalam diriku tentang apa yg menyebabkan dirinya atau suasana hatinya merasa sperti itu.

Namun sebelum aku bertanya, aku pun sedikit mencoba menerka-nerka faktor yg bisa menyebabkan hal itu terjadi. Karena bisa saja mungkin itu pernah atau mungkin kelak terjadi dengan diriku sendiri. Diantaranya adalah kesesuaian antara pekerjaan yg di emban dengan pendapatan yg diterima. Jika ada ketidakseimbangan antara dua hal ini, maka bisa jadi hal ini bisa memicu rasa ketaknyamanan. Sehingga ia memutuskan berhenti dan pindah ke perusahaan lain dengan pendapatan yg lebih baik atau sesuai dengan pekerjaannya. Kemudian faktor lingkungan kerja, kekeluargaan dan iklim kerja yg sehat juga merupakan factor yg penting dimana jika lingkungan kerja yg tidak sehat dan sering terjadi pergesekan apalagi persaingan tidak sehat yg saling menjatuhkan otomatis akan membuat seseorang tidak akan bertahan lama bekerja ditempat tersebut. Apalagi jika lingkungan kerja sudah tidak sehat maka otomatis unsur kekeluargaan pun bisa jadi tidak akan pernah atau sulit terwujud.

Dan didalam faktor lingkungan kerja ada satu hal yg penting jg dan perlu dperhatikan yaitu, bagaimana hubungan antara atasan dan bawahan.

Bermacam-macam memang karakter atau typical seorang atasan atau pimpinan. Tapi yg pasti seorang atasan yg diharapkan dari bawahan adalah sikap yg tidak bossy dan arogan. Artinya, memang secara jabatan posisinya lebih tinggi namun jika bisa menempatkan atau memposisikan diri sebagai partner kerja yg baik akan membuat suasana dan hubungan kerja menjadi lebih cair dan insyaAllah komunikasi akan lebih terbuka antara seorang atasan dan bawahan. Selain itu bisa mendelegasikan dan memberikan arahan yg tepat atas tugas-tugas yg perlu di kerjakan sehingga bisa mencapai target atau terselesaikan dengan baik.

Mampu memberikan contoh yg baik dan menjadi tauladan tentu salah satu sifat yg jg harus dimiliki seorang atasan. Sikap deskrimatif, pilih kasih dan keberpihakan jg sifat yg perlu dihindari oleh seorang atasan karena akan membuat kecemburuan sosial dalam pekerjaan. Artinya, seorang atasan harus bisa mendelegasikan tugas atau jobdes secara adil dan jelas tanggung jawab nya. Sehingga jika terjadi kesalahan tidak terjadi saling lempar tanggung jawab atau saling mensalahkan. Dan jika sewaktu-waktu terjadi kesalahan yg dilakukan oleh seorang bawahan, seorang atasan jangan hanya mampu mensalahkan (dan bahkan memarahi yg tidak pada tempat tanpa melihat situasi dan kondisi disekelilingnya) seorang bawahan tanpa membantu mencarikan solusinya. Karena tentu saja itu akan menghambat pekerjaan yg lainnya jika persoalan(kesalahan) tersebut tidak kunjung selesai.

Dan terkadang memang jika seorang bawahan membuat satu kesalahan, maka menjadi tertutuplah segala kebaikan atau prestasi kerjanya. Seolah-olah berbuat kesalahan adalah haram hukumnya dan akan menggugurkan segala prestasi yg pernah dicapai. Seperti sebuah pepatah, “karena nila setitik rusak susu sebelanga”. Sangat amat disayangkan jika terjadi kondisi seperti ini karena memang penilaian hampir pasti tidak objektif lagi. Padahal tak ada manusia yg tak pernah luput dari kesalahan kecuali seorang nabi yg terjaga dari berbuat salah. Selagi masih bisa diperbaiki, memberikan kesempatan untuk memperbaiki diri adalah salah satu solusi dan menjadi proses belajar untuk menjadi yg lebih baik lagi.

Dan tentu saja masih banyak sifat-sifat yg lain sperti aspiratif, memiliki rasa simpati dan empati yg cukup, terbuka dan mo menerima kritikan dan masukan, dll yg perlu dimiliki oleh seorang atasan dalam memimpin bawahan nya.

Sementara pikiranku masih melayang-layang memikirkan tentang faktor yg membuat suasana hati sahabatku tidak lagi nyaman untuk bekerja, tiba-tiba sahabatku pun menceritakan penyebabnya tanpa perlu aku tanya.

Tapi sebelum ia menceritakannya, aku telah sedikit membuat analysis alasan temanku memutuskan kluar dari perusahaan tempatnya bekerja. Jika dilihat dari faktor kesesuaian pekerjaan dengan pendapatan yg ia terima, aku ragu jika ini alasan dia keluar karena pasti ditempatnya bekerja sekarang, dia pasti mendapatkan lebih dari cukup atau cukup. Dan jika tidak salah ingat, dia pun pernah berkata bahwa pendapatan yg ia dapat sesuai dengan pekerjaannya ini. Kemudian aku melihat dari sisi lingkungan kerja, faktor ini pun bukan alasan kuat untuk membuat ia kluar karena lingkungan tempatnya bekerja yg aku dengar penuh dengan rasa kekeluargaan dan kondusif untuk bkerja. Tinggal satu yg dalam otakku pasti ini hubungan antara atasan dan bawahan.

Kemudian temanku pun bercerita bahwa ia senantiasa di persalahkan oleh atasan atas pekerjaan-pekerjaan yg mungkin seharusnya bukan tanggung jawabnya. Karena merasa dipersalahkan ia pun melakukan pembelaan diri sehingga sempat terjadi adu argumen yg cukup alot antara dia dengan atasannya. Namun karena posisinya yg mungkin sebagai bawahan maka ia pun akhirnya tak mampu berbuat apa-apa dan hanya mampu menerima saja. Hal yg tidak disukai oleh nya adalah atasannya hanya mampu mempersalahkan dirinya saja tanpa mampu membantu memberikan solusi yg tepat. Dari hal tersebutlah dia mulai merasa tidak ada kecocokan antara dirinya dan atasannya sehingga hatinya sudah merasa tak nyaman lagi bekerja. Karena ia merasa kelak apapun pekerjaan yg ia lakukan mungkin tetap akan di persalahkan sehingga ia berpikir untuk apa ia bertahan dengan kondisi yg sudah tak cocok dan nyaman lagi untuk bekerja bagi dirinya.

Dari hal tersebut aku berpikir tentang motto yg ia pernah ucapakan. Serumit apapun pekerjaannya selama masih dalam batas-batas rasional manusia dan bisa dicapai akal maka nothing is impossible and impossible is nothing bisa berlaku dengan kondisi suasana hati terjaga alias merasa nyaman dan senang melakukan pekerjaan tersebut. Tapi jika suasana hati sudah tidak tenang, nyaman dan senang melakukan sebuah pekerjaan, maka jangankan pekerjaan yg sulit dan rumit, pekerjaan yg mudah pun bisa jadi berantakan jika dikerjakan. Sehingga jika kondisi ini yg terjadi maka motto impossible is nothing and nothing is impossible akan menjadi NOTHING..!!!

Tapi dalam hatiku berkata bahwa ini hanya baru sekelumit persoalan dalam dunia pekerjaan yg muncul ke permukaan dari sekian banyak persoalan. Dan kita harus pandai-pandai serta bijak menyikapinya agar tak terperangkap oleh emosi sesaat yg bisa merugikan diri kita sendiri. Sekarang tinggal kembali kepada bagaimana masing-masing individu menyikapinya. Termasuk diriku sendiri.


-Acul-

Alam bawah sadar yang mengajak dan menjadikan,

Bekerja sebagai ibadah, jabatan sebagai amanah
Pekerjaan yg di lakukan adalah tasbih
tempat bekerja adalah aktualisasi diri dan sajadah cinta
Bila suatu pekerjaan tidak diawali dengan membaca basmalah, maka gugurlah segala pahala dari pekerjaan tersebut.

Monday, June 19, 2006

Apa kabar Matahari Lautku

Alow, apa kabar matahari lautku..? ahh, dirimu terlalu sibuk sepertinya. sehingga kau lupa dengan keberadaanku. lalu bagaimana kau menyapaku, singgah pun kau jarang, apalagi bersilaturahmi dengan kawan2 mu yg ada dalam list disini. bagaimana dengan kehangatan kisah yg kau janjikan. kemana cerita-cerita yang dulu itu yg seharusnya di lanjutkan? apakah semua itu tenggelam tertelan waktu..? kunanti waktu luang mu meski hanya sekejap untuk sekedar berbagi cerita. tentang mu atau pun tentang mereka.


Salam,

SB

Monday, May 15, 2006

Merindu...

Kangen rasanya hati ini menorehkan kembali tulisan dalam sbuah blog yg hampir cukup lama terlupakan. Entah kapan bisa kembali bercengkrama dengan pena sementara waktu terasa begitu cepat berjalan. Hari ini kuterima sebuah email dari seorang sahabat yg berisikan sbuah cerita pendek dengan Judul "Cinta begitu senja". Ahhh...... panas rasanya bola mata ini dan mungkin hampir mengalirkan air mata. alasan yg sederhana, aku pernah menuliskan cerita-cerita kehidupan ku dalam waktu2 senggang ku. namun kini rasanya ku hampir tak punya memiliki waktu senggang itu meski hanya untuk skedar menulis sepatah atau dua patah kata. kalaupun ada, aku lebih senang memanjakan diriku dengan bersantai-santai atau tiduran karena tubuh ku yg terasa begitu lelah sekali dengan pekerjaan yg mungkin tiada pernah habis-habisnya. inilah yg membuat airmataku hampir saja terjatuh dan mengalir dari setiap celah bola mataku. cukup saja mataku yg berkaca-kaca yg bercerita tentang apa yg sedang aku alami saat ini. ketegaranku menjalani hidup lah yg membuat bendungan airmata agar tetap bertahan ditempat. Tapi entah sampai kapan.....


kangen rasanya menyapa teman-temanku di dunia maya. setiap kali ada kesempatan pertemuan, selalu saja aku dalam situasi bekerja atau badan yg lelah. Mungkin memang belum saatnya aku dipertemukan dengan teman-temanku. dan mungkin tulisan ini sekedar mengobati rasa kangen yg ada dalam hatiku dan juga mungkin teman-temanku yg ingin mengetahui tentang kabar dariku. kusempatkan menulis kalimat-kalimat dalam keterbatasan waktuku menjelang diri meninggalkan tempat bekerja kembali ke rumah tercinta.



Mohon maaf bagi teman-teman yg sudah menyapa dan blum sempat terbalas olehku. Ini adalah salam untuk kalian smua. :)
-acul yg masih dalam keterbatasan-

Friday, March 31, 2006

Dan Berdoalah...

Berdoalah niscaya Tuhan kabulkan


Karena berdoa tiada lain adalah penyatuan diri dengan denyut nadi semesta. Bila kalian dapat merasa lega setelah mencurahkan kegelapan hati ke haribaan angkasa, maka kalian akan dapat juga merasa kelegaan yang sama jika dapat memancarkan fajar yg merekah di hatimu ke cakrawala. Walaupun kalian hanya dapat menangis dikala sukma memanggilmu berdoa, biarlah ia memanggilmu lagi dan kalian datang masih menangis sampai lahirnya senyum dan tawa.


Tuhanku yang Agung, kehendak Mu lah yg berlaku dalam diriku
mengganti malam miliku menjadi hari-hari juga milik Mu
aku tak kuasa meminta, karena Engkau Mahatahu kebutuhanku
bahkan sebelum kebutuhan itu menjadi kebutuhan
Engkau lah kebutuhanku yang sejati

Thursday, March 02, 2006

Mendung

Mendung kelabu membayangi langit jakarta
juga langit hatiku
sebentar lagi hujan
tapi tidak dengan langit hatiku
karena ku tahu mendung itu kan segera menghilang
dan berganti sang mentari yg bersinar terang
tuk kembali menyinari hari-hariku



-Acul-
dalam sebuah peristiwa
1 March 2006

Tuesday, February 14, 2006

Serenity Prayer

God grant me the serenity

To accept the things I cannot change,

The courage to change the things I can,

And the wisdom to know the difference,

Living one day at a time

Enjoying one moment at a time

Yesterday was cancelled check

Tomorrow is still a promissory note

Today is a present

Because There is no time but now

Bersabarlah kawan..!!!

Ini hanyalah ungkapan keprihatinan dan turut berempati terhadap seorang teman yg mungkin sedang diperlakukan tidak adil dan mungkin bisa dikategorikan perbuatan dzalim terhadapnya. Aku hanya bisa mendoakan dan mensupport melalui sebuah kata-kata.


***********


Aku hanya bisa berkata:
"Innalillahi wa inna ilaihi rojiun.."
untuk segala bentuk kedzaliman dan segala bentuk ketidakadilan
yang membuat seseorang menderita dan menjadi sebuah musibah baginya.

Bersabarlah kawan, ada sebuah hikmah yg akan disampaikan padamu melalui peristiwa yg kau alami. Dan selalu jadikan shalat dan sabar sebagai penolongmu.



By
-Acul-

Tuesday, February 07, 2006

Sosok pimpinan..

Menggapai/menempati posisi tampuk pimpinan atau menjadi seorang pimpinan dalam hal ini Boss adalah hal yg mudah sajah diraih. Dengan skill dan pengetahuan (tidak hanya dibidang ilmu tp jg dari cara berpikir atau pola pikir yg terbentuk) yg di peroleh di bangku pendidikan, seseorang bisa menggapai posisi tersebut. Tapi tentu dengan cara sehat yaitu melalui kerja keras serta prestasi kerja yg cukup bagus dan mungkin sedikit keberuntungan. Permasalahannya adalah bagaimana orang tersebut bukan hanya sekedar menjadi pimpinan atau Boss disuatu perusahaan tapi pimpinan atau Boss yg punya sikap empati dan simpati yg dalam terhadap bawahan dan lingkungannya.

Menjadi Boss (sekali lagi) adalah hal yg mudah menurut saya, tapi bagaimana menjadi Boss yg bisa sekaligus menjadi seorang Ibu/Bapak bagi staff bawahannya dimana sang Boss mampu mengerti, mengayoni, dan memberikan teladan bagi bawahannya, juga mampu mengerti aspirasi dan dapat menjembataninya dengan pihak management atau menjadi seorang kawan yang bisa berbagi rasa suka dan duka, adalah menjadi sesuatu yg langka menurut saya. Hal-hal seperti inilah yg saya rasa tidak diperoleh pada saat kita berada dibangku pendidikan. Hal-hal tersebut menurut saya diperoleh dari pengalaman-pengalaman hidup yg tak hanya melihat posisi diatas atau minimal selevel dengan jabatan tersebut tp jg mau melihat orang-orang yg posisinya berada dibawah level itu atau paling bagus pernah merasakan kehidupan orang-orang yg berada di bawah levelnya alias pernah menjadi bawahan jg dan kemudian tidak menjadi orang yg lupa pada asalnya. Semakin banyak kita melihat dan mendengar, semakin banyak pula hal-hal yg bisa diambil pelajaran dari nya dan semakin pula kita punya rasa empati dan simpati yang dalam ketika mereka mengalami hal-hal sulit meskipun tanpa suara atau mereka suarakan.

Itulah sosok pimpinan yg sangat dirindukan bahkan akan sangat dicintai tidak hanya oleh staff-staff bawah2an nya tp juga oleh orang-orang yg berada disekililingnya. Yaitu, Seorang pimpinan atau Boss yg tidak egois yg hanya memikirkan atau mementingkan kepentingan dirinya sendiri tapi bisa menempatkan diri kapan saatnya menjadi pimpinan yg tegas, disegani dan dihormati dan kapan saatnya menjadi seorang Ibu atau Bapak dan juga sekaligus seorang kawan.


Lalu, apakah anda memiliki sosok pimpinan seperti itu ditempat anda bekerja...? saya hanya mendoakan, smoga sajahh... :)



-Acul-

Hijrah...

Seharusnya tulisan ini sudah saya posting hari rabu yg lalu. Namun karena rabu adalah last day saya bekerja di perusahaan stc, maka saya terlena dan terhanyut dengan suasana last day itu. Hingga akhirnya saya lupa memposting tulisan ini. Dan sekarang setelah dapat menggunakan fasilitas internet langsung saya mamfaatkan untuk memposting tulisan saya yg tertunda ini. Sekedar menuangkan apa yg ada di pikirin saya sajah mengenai hijrah.

********


Tahun baru Islam 1 Muharam 1427H telah tiba yg jatuh pada hari Selasa 31 Januari 2006. Dan seperti biasa menjelang akhir dan awal tahun menjadi ajang intropeksi diri untuk mengetahui sejauh mana amal perbuatan kita selama setahun belakangan ini. Sebenarnya intropeksi diri menurut saya perlu dilakukan tidak hanya pada saat momentum seperti ini saja tapi setiap waktu dan setiap saat kita harus dapat mengintropeksi diri. Untuk apa kita diperintah mengerjakan sholat 5 waktu selain kita disuruh untuk mengingat Allah dan juga berdoa didalamnya..? bagi saya ini adalah bagian dari intropeksi diri dalam keseharian kita (hijrah dari kesibukan dunia kepada mengingat Tuhan) tapi entah dengan yg lainnya. Tapi lagi-lagi ini adalah soal momentum suatu peristiwa dimana ini adalah sebuah sejarah pada saat Nabi Muhammad SAW Hijrah dari Mekkah ke Madinah.

Oleh karena ini adalah sebuah peristiwa hijrah maka banyak pula yg menjadikan peristiwa ini momentum untuk kita berhijrah pula baik secara harfiah atau maknawi. Dalam arti bahwa hijrah bukan sekedar berpindah tempat dari satu tempat yg satu ke tempat yg lainnya (seperti misalnya pindahan rumah atau pindah tempat kerja seperti yg saya lakukan baru-baru ini) tetapi jg hijrah hati, pikiran dan perilaku kita. Dari hati yg penuh kebencian menjadi hati yg penuh kasih sayang, dari hati yg penuh dengan kemusyrikan menjadi hati yg penuh iman. Segala pikiran-pikiran kerdil, kekanak-kanakan dan suudzon berganti dengan pikiran yg jernih penuh dengan kedewasaan dan selalu berbaik sangka. Perilaku yg tercela yg selalu menyimpang menjadi perilaku yg berbudi pekerti luhur yg sesuai dengan syariat agama. Inilah hijrah yg sesungguhnya dalam makna hijrah itu sendiri yang intinya adalah hijrah dari keburukan ke arah kebaikan.

Tapi saya pribadi menyadari bahwa hal tersebut bukanlah sesuatu yg mudah di lakukan karena terkadang kehidupan keseharian dan lingkungan kita seringkali membuat kita khilaf atau lupa diri. Mungkin yg terpenting yg perlu kita awali adalah niat dan kesungguhan kita agar dapat beristiqomah melakukan hijrah dalam arti sesungguhnya.

Hingga akhirnya saya hanya mampu berucap meskipun momentum seperti ini dijadikan sebagai ajang untuk menyeru hijrah dalam arti sebenar-benarnya hijrah seperti yg tersebut diatas tapi semua akan kembali kepada individu masing-masing. Karena sebagian orang (ingat sebagian orang..!!! dan saya tidak mengeneralisir) akan mengangguk-angguk an kepala tersadarkan diri ketika dalam suatu peringatan atau pengajian dalam memperingati hijrah ini. Tapi terkadang setelah kaki melangkah keluar dari tempat peringatan atau pengajian tersebut, segala seruan kebaikan (dalam hal ini seruan hijrah) yg telah diserap jiwa seolah-olah menghilang dan terlupakan begitu sajah seperti air jernih(perumpaan untuk sebuah kebaikan) yg menguap dan menghilang. Dan tinggallah wadah yg kosong tempat smula air tertampung. Kosong tanpa air (jiwa tanpa pengetahuan). Dan tak jarang kembali lagi kepada perilakunya semula yg jahil. Lalu siapa yg salah..? tiada yg perlu dipersalahkan, karena sifat dari hati manusia yg selalu terbolak balik dan keimanan dari manusia yg selalu naik dan turun. Dan terdapat sebuah doa dimana kita harus memohon kepada Allah SWT, Dzat yg membolak-balikan hati agar menetapkan hati kita dalam iman kepada Nya. Semoga kita dapat memelihara dan menjaga hidayah yg telah Allah SWT curahkan kepada kita semua. Aminnnn.........



Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharam 1427 H
Smoga kebaikan yg senantiasa menyertai setiap langkah kehidupan kita smua. Aminnn...



-Acul-

Wednesday, February 01, 2006

Today is My ....Day (My Way)

Today is my day or exactly my last day where i'm working in my beloved company. This is already my decision to continue my life's journey into somewhere else. It may be right or wrong but I believe everyone has faith and own destiny. It’s only a matter of time and fortunately the time comes to me. I Just want to share some words in the end of my letters, maybe all of you want to read them for a while:


**********


Hidup selalu dihadapkan pada pilihan-pilihan dan juga dua sisi yg selalu berlainan. Adakalanya kita selalu ragu untuk melangkah namun Tuhan telah mengkaruniakan kita sebuah hati agar dapat memandu jalan kita. Mungkin kita pernah mengalami salah jalan tetapi kalau kita mau menjujurkan hati dan coba untuk sadar diri bahwa itulah cara Tuhan membimbing, menuntun dan mengarahkan jalan kita untuk kembali pada arah yg seharusnya. Karena hidup adalah sebuah perjalanan maka siapkanlah ‘perbekalan’ nya. Dan yakinlahh, tiada ada yg pernah sia-sia dari segala ikhtiar(usaha/perbuatan) kita, terlepas apakah itu baik atau buruk yang kita lakukan pasti akan mendapatkan balasan yg sama dari Tuhan Semesta Alam, Dzat yg paling sejati. Semoga kebaikan yang terus bertambah dalam setiap langkah kehidupan kita. Aminnn……..


What goes around will come around...


Demi masa, sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yg beriman dan yang beramal kebaikan dan yang saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran (al-ashr)




Salam,

Syamsul

Email/YM id: sybahri79@yahoo.com

Acul’s webblog: http://mataharilaut.blogspot.com

Phone: .............

Refleksi Urang Awak

Teman saya yg bernama mbah sura memang kadang suka mempunyai pemikiran-pemikiran kritisi terhadap lingkungan sekitarnya yg kadang membuat saya mengangguk-angguk kepala tanda mengiyakan dan setuju terhadap pendapatnya. Meski kadang saya harus mengingatkan dirinya bahwa pemikiran kritisi tersebut harus disampaikan secara hati-hati dan jangan sampai menimbulkan pemikiran-pemikiran yg kontradiktif yg dapat merugikan diri sendiri.


Tapi kali ini teman saya mengkritisi sebuah sifat atau karakter atau mungkin perilaku kebiasaan atau bahkan ini sebuah budaya yg saya jg blum cukup mengetahui lebih jauh dari sebuah daerah tempat asal kelahirannya. Mungkin ini yg dinamakan refleksi diri bukan hanya untuk dirinya saja tp teman saya jg mungkin mengingatkan kepada saudara-saudaranya dari daerah yg sama tentang kondisi yg telah dan sedang terjadi. Oleh karenanya saya memuji tulisannya dan menawarkan untuk dimuat dalam blog saya ini dengan maksud membagi refleksi ini kepada rekan-rekan yg mungkin berasal dari daerah yg sama atau mungkin kasus ini jg terjadi dengan rekan-rekan dari daerah yg lainnya. Semoga semakin menambah pengetahuan kita smua.


Refleksi ini tidak ada sangkut pautnya dengan nama saya yg kedengarannya berasal dari daerah tempat teman saya atau mbah sura ini berasal. Karena sama sekali saya tidak ada darah atau keturunan dari daerah tersebut. Nama saya hanyalah sekedar nama tp tetap memiliki arti. Dan berikut ini refleksi dari teman saya yg bernama mbah sura dengan judul:

****************


"REFLEKSI URANG AWAK"


Lupakan dulu Cut Memey dengan Om Jackson, termasuk dengan segala cerita mistik bumbu perseteruan ini. Bosan juga terlalu sering mendengar dan melihat orang-orang beradu argumen untuk sebuah permasalahan yang sangat vulgar dan bernuansa purba. Cerita cinta Adjie Massaid dan Angelina Sondakh, walaupun beraura positif, tetap basi. Mungkin karena diekspose dengan frekuensi yang maha sering, ceritanya pun menjadi biasa saja sekelas gosip pembantu-pembantu yang lagi berkumpul-kumpul.


Ini adalah cerita tentang sebuah etnis yang suka sekali berkumpul, berkelompok dan berbicara. Kalau untuk bekerja, nanti dulu. Kalaupun ada, semangatnya sangat individu sekali. Kerja kolektif rasanya sulit diharapkan pada etnis ini. Padahal mereka banyak sekali punya pepatah tentang sebuah kerja kolektif, nan saciok lah, sadantiang lah, duduak sorang lah dan sebagainya. Oo, iya saya lupa mereka memang sangat ahli dalam bersilat lidah dan berkata. Banyak juga diantaranya yang telah naik level bukan lagi sekedar ahli dalam bertutur lisan, tapi sudah sangat mumpuni di area tutur tulisan.


Mungkin ini karena pengaruh tambo dan cerita leluhur, yang katanya keturunan langsung Alexander, The Great. Jadinya, mereka merasa superior di atas orang lain. Maunya selalu dijadikan pemimpin dan ketua. Kalau hanya jadi kecoro, mereka cenderung jadi malas, apatis bahkan skeptis. Enam belas tahun yang lalu, etnis ini berkumpul lagi, penuh pembicaraan-pembicaraan hebat dari para tokohnya dan akhirnya mereka memutuskan membentuk kelompok. Tidak tau karena ingin mencari muka Soeharto (yang lagi jaya-jayanya saat itu), atau karena memang konsep Pak Harto sangat pas. Mereka sepakat menamakan kelompoknya Gebu Minang dari kata gerakan seribu minang. Cukup indah awalnya, semua sangat optimis waktu itu. Muka mereka pun sumringah. Semua tersenyum lebar atau mungkin cenderung menganga. Batang tarandam untuk ke sekian kalinya akan dibangkitkan lagi.


Namun sayang, mereka memang semangat hanya sampai membentuk kelompok. Aksi nyata mereka tak lagi seindah saat-saat diskusi. Semua kembali sibuk ke aktifitas individu, karena ini jauh lebih penting dari sekedar kerja bakti buat GM. "Lagian kalau saya bekerja, saya dapat capenya orang lain dapat nama", ini sudah menjadi celoteh umum sebagian besar pengurusnya. Ini adalah sebuah kelaziman buat orang minangkabau, semua ingin menjadi ketua. Semua ingin bergelar hebat dan perkasa, karena konon kita semua adalah keturunan raja.


Hari terus berjalan. Peta berubah, etnis ini makin terpuruk. Bukan karena mereka mundur atau turun pamor. Sekali lagi bukan! Kali ini hanya karena suku lain makin banyak orang pintarnya. Orang berlari, dan kita tetap berjalan. Semua seperti tersentak dan pura-pura kaget. Mulailah diskusi saling menyalahkan. Seluruh teori dibahas. Mulai dari akibat PRRI yang menyebabkan orang minang tidak lagi PD (percaya diri-red) atau lebih ekstrim lagi ini adalah balas dendam ke orang minang karena hegemoni mereka terhadap suku lain di awal-awal kemerdekaan dulu. Lalu, beberapa orang yang masih peduli kampung kembali tersentak. Mulailah canang (talempong-red) dipukul, tabuah dibunyikan untuk memanggil segenap potensi ranah. Seluruh potensi yang layak dipanggil, diundang dan diajak berdiskusi. Kemudian seperti biasa, kembali kelompok dibentuk dengan segenap kecanggihan program-program kerja. Satu pertanyaan, apakah siklus ini hanya berhenti sampai pada kelompok yang dibentuk? Ataukah mungkin bisa bergerak ke arah kerja kolektif nan kompak demi kemajuan ranah. Semua kembali ke kita semua. Orang Minangkabau...




Mbah Sura,

A Man from Minangkabau



Monday, January 30, 2006

Waktu Yang Cepat Berlalu

Seorang kawan mengirim sbuah imel kepada saya. Rasanya sudah cukup lama jg imel ini saya terima. Isinya hanyalah sebuah tulisan dari pemikiran yg memang ingin dituangkan dalam bentuk kata-kata. Saya sempat berkata bahwa tulisan ini agak ngawur kemana-mana alias tidak fokus seperti yg memang di tulis dalam imel tersebut. Teman saya meminta agar tulisannya tersebut ditampilkan dalam blog ini. Namun saya sempat berkata, sepertinya tulisan ini masih perlu di edit kembali di bagian tertentu. Seperti mungkin hanya ditampilkan bagian yg menarik sajah dan selebihnya dibuang. Namun teman saya menolak jika hanya ditampilkan secara partial dan lebih memilih tidak usah di muat dalam blog ini.

Mungkin beberapa teman-teman dari teman saya itu yg juga merupakan teman-teman saya jg telah diberitahukan olehnya bahwa tulisannya akan dimuat dalam blog saya ini. Hingga akhirnya, beberapa teman-teman yg mendapat kabar tersebut melakukan konfirmasi dan merasa penasaran dengan apa yg sebenarnya ditulis oleh teman saya tersebut. Dan akhirnya saya berpikir, knp tidak saya tampilkan saja tulisan teman saya tersebut. Tohh, ini hanya sebuah pemikiran yg saya tidak perlu menjustifikasi layak atw tidaknya. Karena ini hanya sebuah pemikiran dan mgkn jg sekaligus wacana. Kl ada yg bisa diambil mamfaatnya dari tulisan ini, silahkan saja. Jika tidak, janganlah mengeluarkan kata-kata yg tidak bermamfaat tp buatlah tulisan yg bermamfaat. Tulisan ini saya muat jg untuk menghilangkan rasa penasaran dari teman-teman yg sudah bertanya kepada saya. Dibawah ini tulisan dari seorang teman yg mengaku sebagai Mbah Sura. Selamat membaca....!!!

********************

Waktu Yang Cepat Berlalu

Seperti hari-hari kemarin, rutinitas kembali dimulai. Semua begitu cepat berlalu. Hari, bulan dan tahun mengalir deras mengikut alur deret yang sangat terarur. Kata kawan yang sering memegang tasbih, katanya ini adalah tanda-tanda dunia sudah di akhir zaman. Seratus persen saya setuju. Peradaban manusia di bumi ini memang sudah mendekati akhir zaman. Sedangkan pendapat lain disampaikan kawan berkacamata dan sering mengerinyitkan dahi dengan bacaan anehnya. Katanya semua di jagad raya ini tak ada akhir. Mulailah dia berteori dengan istilah yang jarang didengar, entropi lah, big bang lah, atau tentang teori waktu yang katanya paralel. Bukan sebuah seri dalam persepsi kuno yang hampir seluruh umat manusia percayai selama ini. Katanya saya konservatif kalau masih menganggap waktu adalah sebuah deret serial. Katanya saya terlalu memakai kaca mata kuda dalam berlogika dan mengembangkan pengetahuan. Hanya tertawa yang bisa saya lakukan, karena mendebat juga tak terlalu berguna. Beda aliran!! Bersyukur dia hanya bilang saya terlalu Newtonian. Coba kalau dia bilang saya bebal, kuno dan ketinggalan zaman. Bisa-bisa saya tersinggung dan tak bertegur sapa sekian lama, sampai pada suatu saat dimana kita sudah lupa kalau pernah saling tersinggung.


Kembali soal deret waktu, rasanya memang baru kemaren saya lulus SMA. SMA? Ya, saya adalah generasi terakhir era SMA. Setelah itu namanya jadi SMU dan penjurusannya juga sudah berbeda. Denger-denger, sekarang namanya balik lagi ke SMA. Tapi, biarlah itu menjadi urusan pemerintah kita. Lagian apa artinya sebuah nama. Seperti kata kawan saya yang lain, yang penting isinya. Saya kembali ngelantur, harusnya membahas deret waktu yang semakin cepat. Teman-teman, tolong saya diiingatkan untuk tetap fokus dalam cerita deret waktu.


Mungkin di paragraf ini cerita tentang waktu bisa kita mulai. Kemaren saya bertemu teman lama. Seorang yang karena pekerjaan orang tuanya, harus berpindah-pindah sekolah. Kembali kita bercerita tentang serunya masa-masa bersama dulu.
Saya kaget dia masih ingat saya. Saya yakin teman waktu sekolahnya pasti banyak. Lha, dia dari SD sampai SMA terima raport dari 7 sekolah. Sedangkan saya hanya 3 kali. Secara matematis dengan asumsi kemampuan bergaul kita sama, tentu temannya 3 kali lipat dibanding saya. Tapi kembali saya bersyukur, dia masih inget. Pasti saya punya sesuatu yang membuat dia tetap ingat. Maaf teman-teman, saya terlalu GR atau pede, tapi itulah kelebihan saya dibanding sesama cowo-cowo berwajah pas-pasan lainnya. Percaya diri saya di atas rata-rata mereka. Tapi gak apa lah, narsis dikit masih diizinkan kok di negeri ini. Yang udah gak boleh, ngerokok di tempat umum. Gubernur DKI sudah mengeluarkan edaran tentang itu. Maaf, saya ngelantur lagi. Kita kembali ke topik teman lama tadi. Teman-teman, temen lama saya ini perempuan dan cantik. Saya tanya, suami kamu mana? Saya bertanya langsung seperti itu, karena saya berasumsi dia juga sudah menikah seperti saya. Ternyata dia belum menikah, saya pun minta maaf atas pertanyaan sok tau tadi. Elegan dia menjawab, “Gak apa-apa, nyantai aja lagi!! Itu udah jadi resolusi gw di 2006 ini”. Teman saya ini punya resolusi tahun 2006, katanya mo nikah. Tapi gak harus jadi katanya, resolusi hanyalah pemicu biar tak ada guideline dalam urusan jodoh. Kembali saya (si sok tau ini)mengangguk-angguk. Tak berusaha mendebat apalagi ngeledek atau mematahkan omongannya.


Lalu kita pun bercerita membahas masa lalu, yang kata teman saya paralel itu. Semua kita bahas. Kaleidoskop singkat 10 tahun terakhir kehidupan kita berada di foodcourt sebuah mall. Pernah di beberapa tempat kita nyaris pernah bertemu. Mulai ketika zaman reformasi berdemo di gedung MPR di hari Pak Harto lengser. Saya bilang saya ada disitu, naek bis dari Bogor buat nyari makanan ama rokok gratis. Lalu ada pameran Technogermo, eh Technogerma di JCC dulu. Saya bilang, saya kesana hari kedua diajak pacar saya waktu itu. Alasan utama saya kesana adalah karena takut dibilang gak intelek ama pacar saya. Padahal males. cape desak-desakan. Mending ngobrol di kosan yang lagi sepi karena yang lain pada ke JCC. Atau kalo emang niat jalan-jalan juga, kan bisa ke tempat laen yang lebih romantis. Paling enggak, bisa ke Dufan atau kalo gak mau jauh-jauh, ada tuh kebun raya.


Momen ketiga kita nyaris ketemu, adalah ketika test departemen keuangan di Gelora Bung Karno Senayan. Dengan bangga, saya bilang saya lulus beberapa test. Walaupun akhirnya gak diterima juga. Kembali sisi sombong diri ini berkata, saya sudah masuk 1300 dari ratusan ribu yang ikutan test. Kali ini dia yang mengangguk-angguk mendengarkan cerita saya. Dia hanya bilang, “loe belum milik aja”. Sayang sudah malam, saya dan dia harus pulang. Sebelum pulang, kita pun bertukar kartu nama. Saya baca kartu namanya, Ind.. Ra…., SE, MPA. Kasub ….. Kantor Pelayanan Pajak Bekasi, Direktorat Jenderal Pajak, Departemen Keuangan RI....


Mbah Sura,

Sedang Mencoba Ngelantur

Wednesday, January 25, 2006

Don't know how to say...?

Rasanya airmata ini hampir sudah tak tertahankan lagi...
tapi biar ku simpan sejenak hingga waktu nya tiba
semakin berat hari-hari yg akan kulalui
karena cintaku yg telah tertanam dan bersemayam
berat kutinggalkan tp harus kulakukan
I Love you all for one reason, 'Lillahi taala', karena Allah SWT



by acul
gettin close to....

Friday, January 20, 2006

Few Days Away

Menghitung hari, itulah kalimat yg diucapkan salah seorang teman kepada gw. Yup, memang gw tinggal menghitung hari ajah niy coz mulai bulan depan gw udah gak ngantor lagi di tempat gw sekarang (Starcom). Next month, insyaAllah gw akan ngantor di menara Jamsostek. :)

Gak terasa memang waktu terus berjalan dan semakin dekat pula dengan hari terakhir gw kerja di kantor gw skrg ini. Dan rupanya stelah 2 minggu surat resign masuk, hak-hak gw sebagai karyawan sudah mulai dikurangi dalam hal penggunaan web mail seperti yahoo dan gmail. So, I can’t open and read my email on my computer anymore. Everytime I open the web it always show the blank page with message “blocking message”, Arrghhhh….!!! I hate this rule. I hate the company’s rule on this. But I understood for what they anticipated. Ya sud lahh, I’m ok.

Tapi gw gak keabisan akal donksss, gw yakin di tempat temen gw yg gak kluar pasti bisa donksss buat buka imel. Trus gw pinjem kompi temen yg duduk didepan meja gw. Dan ternyata beneran bisa. Dan mulai hari itu gw kl mo buka imel minjem kompi temen gw ajah. Dan besoknya pas gw mo pinjem lagi kompi temen gw itu, ternyata kompinya jg ikut2an di block untuk web mail. Arrghhh…..!!! apa gara2 gw yak….?? Tp ntar dulu, gw cb check di tempat lain. Trus gw jalan2 deh ke meja temen2 gw yg lain. Kebetulan pas pda kluar makan siang dan gw lagi puasa. So, gw tinggal pilih ajah deh kompi yg mana gw bisa pake.. huehehehe…. Soalnya smua lg avail pas makan siang. Stelah gw coba, ternyata gw bisa buka imel dari kompi temen gw yg lainnya…. Whuaaaa…… brarti kompi temen yg duduk didepan gw, web mail nya ke block mgkn gara2 gw kliatan buka imel dari tempat dia. Hiksss…. Gw jadi merasa bersalah gituhhh….. mgkn wkt itu gw kurang hati2 jadinya orang IT or HRD pas lewat ngeliat gw lg buka imel ditempat temen gw itu. Hiksss…..hiksss…… :(

Tapi mo gimana lagi, keadaannya udah begituu. Ditempat kerja yg sekarang, gw masih bisa posting2 buat blog gw, tp gak tau deh ntar di tempat yg baru, masih bisa kagak yak…!!! Let’s see……. :)

And tonight the company conducts a farewell party for everyone who will leave or positive resign on the next month. There will be 8-9 peoples included me who will resign on the next month. So amazing right…? That’s why they conduct this farewell.. :D (gw ke ge er an niy, padahal farewell nya buat si big boss. huehehe... eh, ralat lagi, ini tuh wedding anniversary a new big bos here tp skalian buat farewell kaleee... yg ngadain company atw bukan, gak penting, yg penting senang2. hahaha... :D)

Hope this will be a nice party.. :)

Friday, January 13, 2006

Surat Mbah Sura

Dibawah ini postingan dari seorang teman jg sahabat yg dulu pernah tinggal satu atap untuk beberapa waktu. Namun dimensi waktu menuntun langkah kaki kami ke arah yg tak sama. Hingga akhirnya kita dipertemukan untuk kembali bersama dalam suatu kesempatan meskipun hanya sekejap waktu dan kemudian berpisah lagi. Dalam dunia maya kita berkomunikasi dari sekedar melemparkan pemikiran yg kadang sederhana dan dapat dimengerti dari setiap hurup yg membentuk kata, namun kadang menjadi rumit ketika kata-kata tersebut merangkai sebuah kalimat. Tp biarkan otak kita tetap berpikir dengan sederhana. selamat membaca...!!!

by acul

***************

Surat Mbah Sura

Seorang teman memaksa untuk membaca sebuah buku. Padahal sudah lama saya tak membaca. Otak ini rasanya sudah penuh, jadi mungkin tidak bisa diisi lagi. Buku itu bercerita tentang dunia yang terlipat. Katanya saat ini dunia tempat tinggal kita sudah seperti origami. Semua dimungkinkan terjadi karena kuatnya arus informasi. Namun, gejala ini akan membuat kita semakin jauh dari realitas. Sebenarnya kita semakin jauh dari keramaian hakiki. Seolah seluruh atribut dunia maya telah mampu memenuhi hasrat sosial kita. Belum kawan!! Sebelum semua menjadi semakin bias dan absurd, mungkin kita perlu menoleh ke belakang. Sebelum era ini di mulai, sebelumderingan handphone dimana, sebelum chatingan pernah ada. Semuanya seperti bersahabat, penuh keikhlasan. Ketika dunia sudah dikuasai si maya, semua menjadi dalam angan. Senyum pun cukup diwakili 3 karakter keyboard. Bahkan untuk sebuah ciuman...

Mari kawan, kita kembali ke realitas awal. Dimana senyuman dan kerlingan mata, mampu membuat diri ini salah tingkah.

Mari teman, eratkan pegangan tangan ini. Kita bergandengan tangan berangkat ke tengah padang! Disana api unggun telah menanti, menghangatkan persaudaraan kita.

*******************


Mbah Sura

Yang sudah bosan dengan dunia maya

Sebuah testimoni

Entah kapan di mulai ketika orang mulai aware dan mengagung kan idealisme pemikirannya. Bertutur philosofis membentuk cara pandang seolah menunjukkan jalan. Ketika disadari sesungguhnya yg terjadi adalah pembentukan sebuah jalan setelah jalan jalan yg lain terbentuk. Mencari realitas dalam dunia yg katanya maya. Tapi ketika terbentur urusan dunia maya yg mo tak mo menyangkut makan untuk hidup atau hidup untuk makan, sebagian pemikiran idealis atau philosofis luntur layaknya tinta yg membentuk tulisan, kembali menjadi bentuk asalnya smula hanyalah sebuah tinta. Apa kata yg hendak di ucap, apa dunia yg ingin dilihat, apa esensi yg ingin dicari, kembali seperti melihat dalam ruangan gelap tanpa cahaya, kembali gelap.

****************






untuk temanku yg spertinya bermain-main dengan sebuah pemikiran.
untuk orang-orang yg berperilaku seperti hal tersebut diatas.
aku bertutur dengan hatiku tanpa tendensi apapun.
menjunjung tinggi kesederhanaan pemikiran.



by acul

Friday, January 06, 2006

If I've to Choose

If I've to choose a star,
I'll choose the brightest one..

If I've to pick an apple,
I'll pick the sweetest one..

And if I've to share my live with,
I wanna share it with u...



source: unknown

Jangan makar atau berpolitik dikantor

Ada sebuah soal yang saya ajukan kepada team saya, pertanyaannya bagaimana caranya sebuah garis sepanjang 30 cm terlihat menjadi lebih kecil...