Friday, May 29, 2026

Crisis of Self-Confidence

Sometimes, people struggle with self-confidence. Even when they have the ability and knowledge, they may still feel unsure about their actions. This feeling of doubt can create unnecessary pressure and make it harder to grow as a person and as a leader.

For a leader, confidence is very important. If you are not sure about yourself, your team may notice it. When that happens, they may respect you less, because they see you acting more like a boss who gives orders instead of a leader who guides and inspires. A true leader builds trust, shows direction, and helps the team grow together.

Another challenge is when decisions are not made fairly. Sometimes leaders give tasks only to people they like or to those they feel comfortable with. This can create frustration in the team, because the right person for the job may not get the chance to do it. Good leadership means giving the right tasks to the right people, so everyone can feel valued and responsible.

To improve, try to believe more in yourself and your abilities. Trust that you are capable, and practice giving fair opportunities to your team. By doing this, you will not only gain more respect, but also create a stronger, happier, and more successful team.

Hadapi Kesulitan mu

Yang namanya manusia selagi masih bernafas dan memiliki kegiatan, interaksi dan kebutuhan pasti sesekali menemukan atau mungkin sering menemukan atau dihadapkan pada sebuah permasalahan. Terlepas permasalahan itu ringan, biasa-biasa saja atau bahkan sampai permasalahan yang berat. Namun hidup harus terus berjalan, jadi yang namanya permasalahan seringan atau sesulit apapun memang tetap harus kita hadapi dan harus kita lewati.  

Permasalahan-permasalahan hidup yang kita hadapi itu saya ibaratkan seperti persoalan kemacetan lalu lintas di jalan saat kita hendak berangkat kerja di pagi hari. Pasti para pekerja yang memiliki rumah di area perbatasan Jakarta atau mungkin luar Jakarta jika hendak memasuki Jakarta saat berangkat kerja di pagi hari sering mengalami hal seperti ini. Dan hampir semua rute untuk akses masuk ke Jakarta di pagi hari pasti akan menemukan kemacetan. Mau pakai akses jalan lewat tol pasti kena kemacetan apalagi jalan biasa selain akan menemukan kemacetan, durasi perjalanan pun bisa bertambah 25%-50% tergantung kondisi lalu lintasnya. 

Lalu bagaimana kita menyikapinya kemacetan tersebut..? Ya dihadapi dan di jalani, karena memang kemacetan tersebut harus di lewati dan di nikmati dengan penuh kesabaran. Dan tak ada gunanya kita marah-marah menggurutu, atau bahkan berhenti dijalan atau berusaha mencari jalan alternatif di tengah kemacetan karena kita pasti akan menghadapi dan menemukan hal yang sama. Jadi memang harus dihadapi, dijalani, dilewati, dinikmati dengan penuh kesabaran karena pasti kita pada akhirnya bisa melewati kemacetan tersebut. Separah apapun kemacetannya pasti nanti akan terurai juga. Begitu pula ketika kita menghadapi persoalan atau kesulitan dibidang lainnya. Semua harus di hadapi dan di lewati, karena yakinlah badai pasti akan berlalu sebagaimana kita akhirnya bisa melewati kemacetan di jalan. 

Semua akan sampai pada waktunya

Melihat dan menyaksikan serta melepas rekan kerja yang pensiun seperti mengingatkan dan menyadarkan kita bahwa usia akan terus bertambah dan akan sampai pada satu titik waktu dimana akhirnya seorang karyawan disebuah perusahaan masuk usia purna tugas dan melepas semua jabatan dan pekerjaannya disaat itu juga. Terlepas beberapa perusahaan mempunyai kebijakan memperpanjang masa kerja karyawan setelah masuk usia pensiun, tapi tetap akhirnya akan purna tugas juga.

Begitu pula usia manusia hidup di dunia, Allah sudah tetapkan usia hidup dari masing-masing hambaNya saat ditiupkan ruh kedalam jasad manusianya. Yang membedakan purna tugas dari pekerjaan bisa kita ketahui waktunya namun kita tidak pernah tahu waktu purna tugas kita dari kehidupan dunia. Semua hanyalah Allah yang Maha Mengetahuinya. 

Seseorang saat mengetahui akan memasuki usia purna tugas dalam pekerjaannya mungkin sudah mempersiapkan hal-hal yang akan dilakukan pasca purna tugasnya termasuk segala kebutuhan-kebutuhannya. Namun berbeda dengan purna tugas dari kehidupan alam dunia yang kita tidak tahu kapan waktunya. Jadi, persiapan tersebut tidak harus menunggu usia menua karena kembali kepada sang Khalik tidak mengenal usia tua maupun muda. Oleh karenanya berbuat baiklah selalu kapanpun dan dimanapun kepada siapapun sebagai bekal untuk kita kembali pulang ke kampung halaman sejatinya kita atau telah sampai waktu kita purna tugas dari kehidupan alam dunia. 



Thursday, June 26, 2025

Facing Common Enemy

At work, it’s almost impossible to get along with everyone. Some colleagues will rub you the wrong way—maybe they talk too much in meetings, maybe they think they know everything, or maybe they just have that one habit that drives you crazy. It’s normal, and sometimes you just learn to roll your eyes and move on.

But the funny thing is, the moment a common enemy shows up—whether it’s a tough deadline, a demanding client, or even a printer that refuses to work—suddenly the “enemy of my enemy is my friend” rule kicks in. People who used to argue over the smallest things suddenly find themselves standing shoulder to shoulder, united in frustration.

In those moments, you start to see another side of your colleagues. The one who always annoyed you with unnecessary details might suddenly become the problem-solver everyone relies on. The person who usually disagrees with you on everything might crack the exact joke you needed to survive the day. It’s like chaos creates an unexpected kind of teamwork.

And when it’s all over, you might even find yourself respecting those colleagues a little more—or at least tolerating them better. Because nothing bonds people faster than facing the same challenge together, even if that challenge is just surviving Monday morning.

Wednesday, March 19, 2025

Type of Rest

 Apakah kita pernah merasa lelah dalam bekerja...? pasti hampir semua orang pernah merasakan lelah dalam bekerja namun jika ditanya apakah kita merasakan lelah yang sama..? Jawabnya belum tentu karena bentuk lelah setiap orang tergantung kepada pekerjaan, keadaan, lingkungan dan faktor-faktor lainnya yang di rasakan atau di alami oleh masing-masing orang. 

Kira-kira apa saja bentuk lelah tersebut..? Bisa lelah fisik karena pekerjaannya membutuhkan tenaga fisik yang besar, bisa lelah pikiran karena pekerjaannya menguras banyak pikiran, bisa lelah batin karena pekerjaannya sering melibatkan emosi yang membuat dirinya lelah hati dan juga batin, bisa juga lelah sosial karena lama menjauh dari keramaian dan sering merasa kesepian, dll.

Semua jenis lelah tersebut tentu perlu di atasi dengan yang nama istirahat. Beristirahatlah sejenak dari hiruk pikuk yang membuat anda lelah. Luangkan sedikit waktu supaya anda punya waktu untuk bisa beristirahat sejenak untuk merecharge energi kembali sehingga anda siap kembali ke dalam rutinitas sehari-hari.

Kira-kira lelah mana saat ini anda rasakan...?

Friday, March 14, 2025

Sabar dan Sholat

Mohonlah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan sholat atau jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolong mu. Begitulah kutipan ayat dalam alquran yang menasehati kita untuk selalu bersabar dan menjadikan sholat sebagai penolong kita saat sedang menghadapi masalah yang mendera. Tapi namanya manusia pasti terkadang punya titik batas kesabaran dalam menghadapi masalah. Ya, ketika kita sudah merasa tidak sanggup lagi menanggung beban persoalan yang terus menerus menderanya, maka adalah hal yang manusiawi jika kita sebagai manusia biasa akan melakukan segala cara untuk bisa terlepas dari persoalan tersebut. Sebagai contoh seorang karyawan yang terus menerus di dera atau di tekan oleh management terkait kondisi perusahaan yang sedang menurun. Dan deraan tersebut datang bertubi-tubi setiap minggu dan mungkin setiap hari dan bisa setiap waktu. Pikiran tenaga sudah dikerahkan semaksimal mungkin namun tetap saja deraan dan tekanan tersebut tetap datang bertubi-tubi. Sehingga sampai pada suatu titik dimana batas kesabaran dalam dirinya sedikit demi sedikit terkuras dan merasa sudah tidak sanggup lagi dengan keadaan yang dihadapi. Sehingga sebagai manusia yang normal pasti ingin segera terlepas dari kondisi tersebut. Dan cara yang paling gampang adalah dengan tidak lagi menjadi bagian dari perusahaan tersebut. Begitulah secara manusiawi seseorang akan bertindak. Terlepas dari menjadikan sabar dan sholat sebagai penolong kita dalam menghadapi masalah tp mungkin saja dengan melepas tidak lagi menjadi bagian perusahaan juga sebagai bentuk pertolongan Allah kepada hambaNya. 

Friday, February 21, 2025

Leadership by Life's Xperience/Journey

Berpetualangan di alam bebas memang menyenangkan. Udara segar, pemandangan yang indah bisa membawa suasana hati menjadi lebih ceria sekaligus merefresh dan merecharge energi dalam diri kita. Namun sebelum petualangan itu terjadi pastinya kita harus menentukan destinasi yang dituju dan membuat perencanaan yang baik dan matang. 

Beberapa waktu lalu saya membuat wacana dan ide untuk melakukan kegiatan di alam bebas bersama team dengan pilihan bermain arung jeram atau trekking ke sebuah curug di daerah Bogor. Survey pun dilakukan dalam hal lokasi, cuaca dan paling utama jg biaya. Dan pada akhirnya setelah banyak pertimbangan saya memutuskan untuk ambil trekking. 

Terkait dengan hal tersebut, sebagai seorang leader harus bisa melihat semua aspek dalam membuat sebuah keputusan(tujuan) dan kemudian membuat perencanaan atau strategy untuk mencapai tujuan tersebut kemudian bagaimana proses untuk mengeksekusinya lalu di sertai dengan proses pengawasan di lapangan dan sesekali membantu jika ada kesulitan dalam proses di lapangannya. 

Banyak pengalaman yang bisa di ambil pelajaran dari pertualangan di alam bebas. Selain sebagai sebuah ajang kebersamaan, kekompakkan, bisa juga untuk melihat personality dari seseorang dan utamanya jg bagaimana leader memimpin teamnya untuk mencapai tujuan.

Kebersamaan dan kekompakan pasti hal tersebut harus terwujud dan terjaga dan pasti terlihat dalam kegiatan, tp personality seseorang dalam keseharian akan bisa terlihat berbeda ketika berpetulangan di alam bebas karena medan yang dihadapi tentu lebih sedikit menantang bagi orang-orang yang baru pertama kali menjalaninya. Contohnya, sikap manja, emosi, kesabaran, kesetiakawanan dan mungkin juga ego lainnya yang bisa muncul dalam perjalanan berpetualag di alam bebas.

Dan bagi seorang leader, berperan menjaga proses berpetualangan itu berjalan lancar dan sukses dimana sesekali harus memantau teamnya apakah semua berjalan dengan baik atau membantu teamnya jika ada yang perlu di bantu dalam proses perjalanannya dan bukan hanya asik berjalan di depan atau di belakang sambil memberikan arahan. Find the way, show the way and goes the way.

Begitulah pengalamanan yang bisa dijadikan learning by doing bagi team dan juga seorang leader. Dimana pelajaran tersebut sejatinya juga di terapkan dalam pekerjaan sehari-hari.


JALAN LURUS - Mengemudi Hati di Era Distraksi

Sinopsis Di tengah gemerlap Jakarta yang didikte oleh algoritma media sosial, tren flexing, dan tuntutan sukses instan, Farhan terjebak dala...